Isi Cerita
Maula Syndulla

CHAPTER 04

LAST BOSS IN DUNGEON

 

Pada sore hari dengan langit yang memerah, sinar cahaya menerangi planet Mursa yang akan menggantikan hari menjadi malam. Maula duduk di meja yang tidak jauh dari meja milik Rhino, mengetik sesuatu di laptopnya.

Sudah beberapa jam yang lalu semenjak setiap anggota DianXy dikirim ke Dungeon untuk melawan setiap monster yang ada didalam sana dan sisanya hanyalah melawan boss yang ada di dalam dungeon tersebut.

Lirikan matanya kini menatap kearah Rhino yang menyesap minumannya sambil melihat kearah luar jendela. Kelihatannya dia sedang memikirkan sesuatu, seperti ketika pertama kali Rhino tinggal 2 tahun di tempat tinggal planet Maula sebelumnya.

Perlahan Maula juga melihat kedua mata Rhino menatap kearah minuman yang memantulkan bayangannya.

“Apakah kamu memikirkan anak-anak yang dikirim ke dungeon?” ujar Maula yang duduk di kursi meja dengan laptop di depan matanya.

Rhino memberikan jawaban tertawa singkat mendengar pertanyaan dari Maula. Ia kemudia memutarkan tubuhnya untuk menoleh kepada Maula.

“Kenapa? Apa saya salah?” tanya Maula kembali.

Tidak memberikan jawaban yang pasti dari Rhino, Rhino hanya menaruh minuman miliknya di atas meja lalu dirinya membuka mulut untuk berbicara.

“Aku hanya penasaran tentang siapa yang akan mengalahkan boss terakhirnya di dungeon.” Jawabnya.

Kedua manik lavender milik Maula membaca ekspresi Rhino. “Hanya itu saja?” Kekeh Maula.

“Ya.” Angguk Rhino.

Maula kemudian lanjut mengetik lalu berhenti lagi. “Semua mentor saat ini sudah berkumpul di ruang kumpul.”

“Lalu?”

Maula mengangkat kedua pundaknya sembari tersenyum. “Hanya memberitahumu saja, Rhino.” Lalu dia meregangkan tubuhnya sambil masih duduk.

“Lelah?” tanya Rhino.

“Ah, tidak juga.” Jawab singkat dari Maula.

“Kak Maula sudah cukup bekerja keras akhir – akhir ini. Kenapa tidak beristirahat dulu?” Maula tertawa kecil mendengar hal itu dari Rhino.

“Kamu sendiri sudah tahu’kan bagaimana diri saya ketika masih ada pekerjaan yang belum selesai?” Rhino kemudian mengingat kembali ketika mereka berdua masih tinggal bersama.

“Yah, kak Maula benar – benar menyelesaikannya sampai selesai. Meskipun sekarang ada yang membantu kak Maula untuk mengurusi pekerjaan yang tidak terlalu bersangkut paut dengan DianXy.” Jawab Rhino.

Maula tertawa kecil kembali. “Ya, benar. Meskipun begitu, terkadang pekerjaan kita berdua kian terus bertambah.” Maula kemudian menatap kembali ke layar laptop. Melihat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya.

“Kita baru saja mulai.” Komentarnya.

Rhino terdiam sejenak meskipun masih tersenyum kecil. “Setidaknya kita harus melatih mereka terlebih dahulu sebelum mereka dikirim langsung ke lapangan misi. Semakin banyak misi, semakin banyak pula pengalaman mereka untuk terjun ke misi yang lebih sulit.”

Maula mengangguk setuju. “Mau seberapa kuat apapun orang, terkadang memungkinkan akan kalah. Minimalnya mengetahui sedikit mengenai musuh.”

Rhino menatap kembali kepada Maula. “Aku jadi teringat kembali ketika kakak melawan banyak musuh di planet kakak. Api yang dikeluarkan oleh kakak dengan tebasan kedua pedang serta rantai – rantai itu... terlihat kak Maula sudah melawan banyak musuh sebelum DianXy terbentuk kembali.”

“Sebenarnya, itu belum seberapa. Saya masih menahan diri, meskipun sedikit. Walaupun musuh sudah membunuh banyak warga disana, saya hanya sedikit khawatir jika serangan saya mengenai mereka. Bahkan saya juga khawatir mengenai dirimu. Saat itu saya berpikir kalau saya gagal melindungi mereka tetapi mungkin dengan kesempatan DianXy lahir kembali, saya harap bisa melindungi lebih banyak orang.” Maula tersenyum kepada Rhino sambil menatapnya.

Rhino tersenyum kembali. “Kita bekerja sama – sama hingga akhir.”

Maula mengangguk lalu menutup laptopnya dan berjalan keluar dari ruangan. Sebelum Maula keluar, Rhino mengingatkannya kembali. “Kak Maula...”

Maula berhenti, memutar sedikit kepalanya untuk menoleh ke belakang. “Tenang saja, saya pasti akan beristirahat sejenak. Terlebih lagi, kamu juga istirahat.” Maula berjalan kembali keluar ruangan. Disana Rhino memandang punggung Maula yang berjalan meninggalkannya.

 

|| END OF CHAPTER 04 ||