Isi Cerita
Azeora Louethne Varanus

-DianXy chap 3: Dungeon-

 

Di sore hari di DianXy, tepatnya di asrama wanita, terdapat seorang gadis setengah komodo yang sedang mengeluh di asrama nya.

 

"Ugh...misi lagi! Udah dong! Aku capek habis lawan robot hologram, masa dikasih misi lagi!" Keluh nya sambil merengek pada kakak nya, Qixuan.

 

"Sudahlah, ayok siap-siap. Kita udah dipanggil ke aula." Ucap Qixuan.

 

Lou dengan ogah-ogahan mengenakan seragam nya. Selesai mengenakan seragam nya ia bergegas ke aula. Sepanjang jalan Lou terus mengeluh dan cemberut. Lalu tiba-tiba Lou memikirkan sebuah ide.

 

"Ah! Gimana kalau bolos aja? Hehe~"

 

Seringai nakal mulai tergambar di wajahnya lalu dia mulai berputar balik dan berniat kabur dari aula. Namun disaat bersamaan Lumiere, adik Lou, melihat Lou sedang berputar balik dari aula. Lumiere yang menyadari niat kakak nya pun langsung memegang tangan Lou dan menarik nya menuju aula.

 

"Huh?! Kamu ngapain?! Lepasin aku!!" Lou berusaha memberontak namun gagal.

 

"Aku tahu kamu mau bolos, itu perbuatan dosa! Sebagai malaikat suci aku tidak akan membiarkan mu melakukan hal tercela itu!" Ucap Lumiere tegas sambil menarik Lou.

__________

 

Semua murid sudah berada di aula termasuk Lou dan Lumiere.

 

"Ah! Maaf aku terlambat!" Ucap Qixuan yang baru saja sampai di aula.

 

Semua murid berbaris dan para mentor hanya berdiri diam di sana. Tiba-tiba sebuah tentakel muncul di sekeliling mereka sambil melingkar. Semuanya panik namun para mentor hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka. Seketika mereka hilang dalam sekejap mata begitu cahaya mengambil alih.

__________

 

Para murid membuka mata dan mendapati diri mereka di sebuah tempat gelap, kotor, dan menakutkan. Lumiere berusaha berdiri lalu tiba-tiba seseorang memegang kakinya.

 

"Jangan tinggalkan aku!" Ucap Lou merengek sambil memegang kaki  Lumiere.

 

"Apasih?! Jauhkan tangan kotormu dariku!" Bentak Lumiere sambil menggoyangkan kakinya agar Lou terlepas.

 

Mereka semua mulai berjalan untuk melihat-lihat teman itu. Lalu tiba-tiba mereka bertemu dengan sebuah mahkluk aneh. Mahkluk itu berwujud anjing namun berkepala tiga dan juga cukup besar, itu adalah Cerberus.

 

 

"Mahkluk apa itu?!" Ucap Lou panik

 

Lou menoleh ke arah Lumiere namun Lumiere sudah kabur duluan.

 

"Woy tungguin!!" Lou ikutan lari

 

Sekarang Lou dan Lumiere bersembunyi jauh dari Cerberus itu.

 

"Kau kok lari?! Bukan nya yang kayak gitu itu lawan mu?!" Tanya Lou.

 

"Kamu mau aku mati yah?!" Jawab Lumiere yang sama-sama panik dan takut.

 

"Tapi dia itu mahkluk dari neraka! Bukankah itu tugasmu untuk melawan mahkluk seperti itu?!" Lou berusaha meyakinkan Lumiere .

 

"Tapi dia terlalu besar!" Jawab Lumiere.

 

"Mau badan mu kecil tapi kalau punya tekad pasti bisa!"

 

Lumiere memikirkan perkataan Lou. Lumiere mulai bangkit, dia mendekati monster itu lalu memunculkan panah cahayanya.

 

"Atas nama kebajikan aku akan menyingkirkan mu!" Ucap Lumiere lantang.

 

Lumiere melepaskan busur cahaya dan mengenai Cerberus itu. Namun Cerberus itu tidak bereaksi apa.

 

"Okeh, tekad aja gak cukup." Lumiere kembali bersembunyi.

 

Akhirnya Mereka hanya bersembunyi hingga murid-murid lainnya berhasil mengalahkan Cerberus itu.

 

"Wah, kita benar-benar beban yah!" Lou hanya senyum polos lalu kembali berjalan.

 

Saat mereka semua berjalan tiba-tiba terlihat semburan api dari seekor naga besar.

 

 

 

"Sana! Giliran mu lagi yang lawan!" Ucap Lumiere sambil mendorong Lou ke depan.

 

"Sialan... Awas aja kau!" Ketua Lou sambil cemberut.

 

Lou melangkah mendekati naga itu sambil tersenyum canggung.

 

"H-Halo om...aku Lou, temenan yok! Soalnya berantem itu gak-" Ucapan Lou langsung dipotong dengan semburan api yang membuat wajahnya gosong.

 

"...baik."

 

Negosiasi gagal, jadi seperti biasa, Lou dan Lumiere kabur lagi dan bersembunyi dengan alasan biar murid lain saja yang hadapi, padahal mah aslinya takut.

 

Lou dan Lumiere belike:

 

Dan pada akhirnya, murid-murid lainnya berhasil mengalahkan naga itu. Sekarang mereka semua kembali melanjutkan perjalanan di tempat aneh yang gelap nan suram itu.

 

Saat mereka berjalan, mereka mendengar suara aungan. Sesosok hewan besar muncul di hadapan mereka dan menjadi tantangan ketiga mereka, itu adalah Manticore.

 

 

"Ayo kita kabur lagi!" Ucap Lumiere sambil menarik tangan Lou.

 

Namun tiba-tiba Lou menepis tangan nya dari Lumiere.

 

"Aku tidak akan kabur lagi..." Ucap Lou sambil berjalan ke depan.

 

Perubahan drastis Lou membuat Lumiere terkejut namun dia memutuskan untuk sembunyi saja. Lou mengganti isian pistol cat nya lalu mengarahkan pistol.

 

"Akan aku tunjukkan kekuatan super keren ku! Hiyahh!!" Ucap Lou dengan percaya diri sambil menembak Manticore itu.

 

Saat peluru cat nengenai Manticore, peluru cat itu mengeluarkan gas beku yang membekukan Manticore. Itu Memberikan kesempatan lainnya bagi murid lainnya untuk menyerang. Seketika murid-murid DianXy semakin brutal dalam menyerang. Manticore tumbang dan akhirnya mereka berhasil lolos. Sang cahaya mengambil alih dan seketika mereka semua menghilang dalam sekejap mata.

 

__________

 

Lou membuka matanya dan mendapati dirinya dan yang lain kembali ke aula. Akhirnya semuanya selesai.

 

-To be continue-