03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
ARC 01 YEAR 03
Chapter 02 : Study
Hari dimana seluruh anggota DianXy akan
memulai aktivitas pertama mereka di markas DianXy yakni belajar di kelas
ataupun ditempat simulasi pertahanan akan segera berlangsung. Dari
mempersiapkan diri masing – masing sampai, menyiapkan bahan materi, sarapan
terlebih dahulu supaya bertenaga dan bersemangat, ada juga yang sibuk berjaga
di sekitar DianXy untuk mencegah kedatangan penyusup.
Maula salah satu yang sudah bangun dari
awal karena jadwal kegiatannya hari ini cukup sibuk, dia sedang menyiapkan
materi – materi yang akan disampaikan kepada para anggota baru. Materi – materi
tersebut dia siapkan dalam hologram, distruktur secara rapi.
Selain itu dia juga menyadari ada
seseorang yang bersandar pada pintu masuk ruangannya. Bukan Geist karena
dirinya memintanya untuk berjaga ditempat dimana pesawat angkasa berada.
“Bastian, apa yang kamu lakukan disana?”
“Menunggu,” ujar Bastian secara singkat.
Maula tidak bertanya apapun lagi. Ia
langsung berjalan keluar dari ruangan setelah menyiapkan bahan materi yang akan
disampaikan kepada para anggota baru, diikuti oleh Bastian hingga lelaki itu
menghilang menjadi asap serta mengeluarkan aroma bunga mawar.
Maula tidak membawa buku atau apapun,
hanya chip kecil yang dia bawa. Di dalamnya adalah materi yang akan diberikan
kepada para anggota baru. Setiap materi dia ringkas dan rangkum kembali.
Ditambah lagi dia menggunakan kata – katanya sendiri supaya para anggota
mengerti. Harapannya seperti itu. Tidak perlu panjang lebar karena disisi lain
dia juga berpikir mungkin saja akan ada beberapa yang tidak akan dibaca nanti
jika terlalu panjang.
Sambil berjalan menuju ruang kelas,
terlihat Naren yang melambai – lambaikan tangannya kepada Maula bersama dengan
Kaynel yang sedang mengintip ke dalam ruang kelas. Dihampirilah mereka berdua
oleh Maula.
“Para anggota belum masuk ke kelas,
Komandan. Munkin lima menit lagi.” Ujarnya. Mendengar hal itu, Maula mengangguk
sembari tersenyum. Dia kemudian memberikan chip sederhana kepada Naren dan
Kaynel.
“Isi nya apa, Komandan?” tanya Naren
memperhatikan chip tersebut dengan baik – baik.
“Hanya materi sederhana saja. Untuk saat
ini.” Jawab Maula. Mendengar hal itu, Naren dan Kaynel menatap satu sama lain
lalu menganggukkan kepala mereka. “Baik, Komandan.”
“Komandan tidak akan masuk ke kelas?”
tanya Kaynel.
Maula berpikir sejenak. Tadinya ia ingin
langsung mengerjakan aktivitas lain tetapi mungkin ada baiknya jika dia
berhadapan langsung dengan para anggota meskipun hanya sebentar saja.
“Hmm. Mungkin sebentar saja.” Naren dan
Kaynel bertatapan kembali lalu tersenyum. “Yay!”
Setelah lima menit, terlihat setiap
anggota masuk ke dalam kelas. Ada yang bersemangat, gugup akan apakah materi
yang disampaikan akan begitu rumit atau tidak, apalagi jika sudah berhadapan
dengan yang namanya ujian, pikiran pasti blank meskipun sudah belajar
keras hingga kepala berasap – asap.
Maula menjelaskan materi yang akan
disampaikan selama kurang lebih 10 – 15 menit lamanya, entah itu dipahami oleh
para anggota atau tidak tetapi setidaknya sudah berusaha menyampaikannya sebaik
mungkin.
Setelah itu, Maula berjalan keluar dari
ruangan kelas dan menatap kepada Naren dan Kaynel lagi. “Mungkin untuk saat ini
segitu saja dari saya, selanjutnya saya serahkan kepada kalian berdua ya.”
“Siap, Komandan!” Jawab Naren dan Kaynel
secara bersamaan.
“Saya ada urusan lain, saya pergi dulu
ya.” Ujar Maula sembari memberikan senyuman kecil kepada mereka berdua dan
memberikan lambaian tangan.
“Semangat, Komandan!” teriak Naren dengan
penuh semangat. Dari situ, Maula segera berjalan pergi menyerahkan sisanya
kepada mereka – mereka yang akan memberikan materi yang diberikan oleh Maula ke
dalam chip tadi.
|| END OF CHAPTER 02 ||