03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Tatkala langit mulai menggelap dan menandakan bahwa hari telah malam. Juga semua penduduk pun sudah mulai berhenti pada aktivitasnya masing-masing. Semua anggota DianXy juga sudah ditugaskan untuk beristirahat. Sedangkan beberapa mentor bergantian untuk patroli malam, berpasangan.
Ketika malam sudah sepenuhnya tiba, seluruh anggota dipersilahkan untuk segera beristirahat di kamarnya masing-masing. Meski terjadi kericuhan tadi siang, tampaknya para mentor punya rencana mereka sendiri untuk mengatasi permasalahan yang ada di tempat ini.
Semua murid berbaring didalam kamar dengan 4 orang didalam satu kamar yang luas.
"Aku tidak mengerti kenapa kita diam saja," gumam gadis itu pada dirinya sendiri.
Berbagai teori melayang dikepala sang gadis yang belum satupun ditemukannya jawaban.
Gadis itu melihat beberapa murid perempuan berada diluar kamar menghirup udara segar.
Belum beberapa menit mata sang gadis tertutup terdengar suara alarm S.O.S yang mengejutkannya, dengan segera Alice bangun dan menatap pesan yang ada digelang itu.
Tanpa pikir panjang Alice segera memakai baju misi dan berlari keluar menemui mentor.
"Ada apa?" tanyanya memegang kepala sedikit pusing.
Murid-murid lain berlarian dan ikut berkumpul bersama.
"Silakan buat kelompok untuk mencari ketua," ucap Mentor Naren memberi intruksi
Alice menatap pada murid-murid lain yang sudah membuat kelompok, Tiba-tiba rasa panik menghantuinya
"Ha? bagaimana??" tanya Alice kepada Naren.
"Tenang kak," ucap Naretta memegang bahu Alice
"Jangan pergi sendiri-sendiri, minimal ada patner," jawab Naren.
Alice menatap Naretta dibelakangnya, dan mengenggam tangan Naretta sambil berkata, "Naretta, ayo kita bareng."
"Ayo! Kita jangan sampai berpisah ya!" jawab Naretta dengan semangat
Alice mengangguk setuju sambil melihat sekitar.
"Kita berdua saja? Mulai cari dari mana nih?"
Alice berpikir sejenak dan terlintas satu lokasi yaitu toko
"Bagaimana jika dari toko-toko?"
"Ka Alice, naik dibelakang ryu kita mau cari Ketua dari atas!"
Alice menoleh mencari sumber suara dari belakang yang memanggilnya.
'Ryu?' batin Alice menatap Ryu diatas.
"Ha? Naik keatas?" tanya Alice menatap Naretta bingung.
Naretta menoleh dan berkata, "melompat berarti?"
Alice, Ryu, Naretta dan Naren mencari Ketua dari langit.
"Ryu, Naretta, apa kalian menemukan sesuatu?"
Ryu menggeleng sebagai jawaban. "Belum, tidak terlalu jelas dari atas," jawab Naretta.
"Harus kah kita berteriak memanggil siapa tau Ketua menyahut?"
Alice, Ryu dan Naretta mencoba memanggil ketua tapi tidak ada jawaban.
"Ugh, Ryu tidak bisa shapeshift lama-lama."
Ryu bertukar dari naga kembali menjadi normal.
"Ayo jalan kaki, Ryu, Naretta."
"Maaf...."
"Tidak apa-apa Ryu, santai aja," ucap Alice menepuk pundak Ryu menenangkan.
Ryu, Alice, Naretta melanjutkan perjalanan, tidak lama kemudian Ryu terpisah dengan Alice serta Naretta.
"Haruskah kita menyinari jalan ini dengan bot? Walau tidak terlalu terang tapi bisa, ya" tanya Alice memberi sedikit ide.
"Tidak apa ini cukup membantu."
"Sip, mari mencari, kemana dulu?"
Alice berjalan di samping Naretta sambil melihat sekitar.
"Kesana?"
Alice dan Naretta berlari ketempat murid-murid lain yang sudah berkumpul, sedikit kericuhan tapi dapat Alice liat mereka berbicara dengan dua anak kecil. Sebelum salah seorang anak kecil diculik.
"Apa yang terjadi?"
Dua orang anak kecil, dan seorang gadis yang terikat dikelilingi oleh para murid yang sedang berintrogasi untuk menemukan jawaban tapi belum ada jawaban dari sang gadis.
Beberapa warga datang karena mendengar keributan. Sang gadis hanya diam menutup mulut tidak ada sepatah apapun yang keluar lagi
Pada akhirnya pencarian ketua menjadi nihil. Tidak bisa mereka temukan jejaknya. Atau bahkan mengapa ketua mereka menghilang begitu saja.