03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
TASK
01
Untuk
kesekian kalinya, aku keluar dari ruangan yang berada di dalam markas ini. Aku
menghela nafas gusar dengan wajah yang sudah muak akibat terlalu lama menyusuri
salah satu ruangan yang baru ku sadari adalah bagian kesehatan. Mengerikan.
Entah
mengapa masuk ke dalamnya malah memaksa kepalaku untuk berbuat hal buruk. Jadi
aku memutuskan untuk kembali ke lorong guna menjernihkan
pikiran.
“Sunyi
sekali di bagian sini, mereka lagi pada kumpul atau bagaimana ya.” Monologku
sambil mengalihkan pandanganku ke bagian jendela yang ada di dekat dinding
lorong. Menatap angkasa yang di penuhi dengan bintang dan benda benda angkasa
yang lainnya.
Tanganku
bergerak mengambil jepitan berbentuk diamond yang ada di rambutku kemudian
menekannya, hingga memunculkan sebuah layar hologram berisi map markas yang
telah ku simpan datanya.
Kedua
tanganku sibuk mengutak atik beberapa bagian, memberi tanda pada semua ruangan
atau bagian yang sudah ku lihat dan yang sudah ku hapal. Sampai gerakan
tanganku berhenti ketika melihat masih ada salah satu ruangan yang belum ku
kunjungi sama sekali.
“Lho,
ada perpustakaan disini? Kok aku baru tau.” Gumamku sambil membuka bagian
perpustakaan itu dengan cepat.
Tau
kalau perpustakaan ada disana aja tidak, konon lagi menyusurinya.
Keningku
berkerut, berpikir apakah aku harus datang ke sana dengan kondisi yang sudah
jenuh seperti ini, atau lebih baik langsung ke kamarku saja. Ketika aku masih
di landa kebingungan, sesuatu yang melayang menabrak kepalaku.
“Akh—“
Aku mengaduh kesakitan karena itu cukup keras. Karena merasa kesal, aku segera
menoleh ke kanan dan kiri, mencari dalang dari hal yang tidak beradab barusan.
Dan kekesalanku berhasil bertambah dengan tidak mendapati siapapun yang ada
disana.
Apa
apaan, hantu?
Sejenak
aku terdiam, telingaku menangkap sebuah benda yang berdesing. Jadi aku
menengadah ke atas, mendapati salah satu drone ku yang bisa bergerak mengikuti
ku tengah melayang.
Lantas
aku tertawa kecil, lihatlah betapa bodohnya manusia ini.
“Sedang
apa kau disini? Dan lagi, bagaimana bisa kau keluar dari kamarku?” Tanyaku
sambil meraih drone itu dan menangkupnya dengan kedua tanganku, yang tentu saja
pertanyaan itu tidak akan dijawab dengan suara, melainkan dengan kalimat yang
mulai muncul dari layar drone ku.
[Saya
mendeteksi bahwa anda ada disini, dan kebetulan pintu anda bisa saya buka. Jadi
saya menyusul anda.]
Aku
hanya mengangguk angguk setelah membacanya. Beberapa menit kemudian, drone itu
sedikit memberontak di tanganku dan mulai kembali melayang ke suatu tempat.
Namun bisa ku tebak dia membawaku ke mana.
Dengan
terpaksa, aku kembali melangkahkan kakiku untuk mengikutinya menuju
perpustakaan.
Tidak
butuh waktu lama untukku dan drone ku tiba di sana. Aku masuk ke dalam ruangan
itu, manik bru safir ku berbinar melihat banyaknya buku yang ada. Namun mata
itu kembali lagi menjadi jengah.
Tidak
ada orang juga disini? Serius?
Aku
menghela nafas lagi. Apa semuanya sudah pada tidur?
Dengan
malas aku berjalan ke salah satu kursi yang tersediakan di sana dan duduk.
Membaca buku? Tidak dulu. Tidur lebih penting. Urusan bakal dimarahin karena
tidur disini bisa diurus nanti.
Tepat
setelah aku menelungkupkan kepalaku di meja, kelopak mataku mulai tertutup.
Dan
untuk hari ini juga, aku tertidur di sembarang tempat.
—Fin