Isi Cerita
Alice

Hari dimulai saat cahaya matahari menyinari Planet Mursa menandakan pagi telah tiba dan awalan barupun dimulai.

Semua siswa diminta oleh para mentor untuk menuju ke aula utama, langkah demi langkah memenuhi lorong menuju aula, dengan mengenakan seragam lengkap dan tatapan semangat yang terpancar dari wajah para siswa. Sehingga langkah kaki semua siswa berhenti didepan pintu aula.

Pintu raksasa itu perlahan-lahan bergeser dan terbuka, para siswa sangat antusias dan tanpa pikir panjang segera melangkahkan masuk. Suasana aula sangat indah, dengan cahaya dari lampu-lampu LED yang tidak menyilaukan menambah kesan unik dan modern.

"Woah," ucap gadis bersurai emas dan putih itu dengan kagum saat memasuki aula, tidak hanya dirinya sendiri yang merasa kagum tetapi teman-temannya juga merasakan hal yang sama. Alice terus menatap sekeliling memperhatikan para siswa, komandan dan juga mentor yang sudah ada di aula, rasa gugup dan takut dirasakan oleh gadis itu.

Alice terus menatap sekeliling mencari-cari keberadaan orang terdekatnya, bola robot yang awalnya terbang disamping Alice kini sudah berada dipelukan gadis itu. Gamebot hanya diam memperhatikan tanpa berniat menganggu Alice yang sedang melihat-lihat. Hingga padangan Alice teralihkan karena mendengar seseorang menyebut namanya.

'Sepertinya ada yang memanggil namaku.'

Alice menoleh ke kanan dan kekiri, hingga pandangannya berhenti pada seorang siswa laki-laki yang sedang berjalan kearahnya sambil melambaikan tangan. Langkah kaki siswa laki-laki itu berhenti tepat di depan Alice dan senyuman terukir diwajahnya. Shou Masayoushi siswa yang menyapa nya itu adalah senior Alice di gen 2.

"Hai, Shou," sapa Alice ikut melambaikan tangan, rasa gugup kembali dirasakan oleh Alice dan Alice memilih tetap berada diposisinya.

"Halo Alice, terlihat lebih imut ya," ucap Shou sambil tersenyum "Apa kamu mau beberapa makanan yang aku bawa?" lanjutnya mengeluarkan beberapa makanan. Alice yang mendengar pujian dari Shou seketika menjadi malu dan menundukkan kepala. "Terimakasih," jawab Alice dengan suara yang sedikit mengecil.

Alice kembali mengangkat kepalanya dan  menatap sekeliling, memperhatikan interaksi para siswa. Alice juga melihat Arumi dan Harumi yang berada jauh darinya sedang bercakap-cakap dengan siswa lainnya. Pandangan Alice teralihkan kembali saat Shou berbicara kepadanya, ternyata Shou memperhatikan dirinya sambil tersenyum.

"Apakah kamu merasa gugup, Alice? aku dengar-dengar kamu berasal dari Planet Aquamarine."

'Apa kita disuruh berbaris?'  batin Alice saat melihat beberapa siswa sedang berbaris dengan rapi.

"Ah, iya. Ayo kita berbaris," jawab Alice lalu menunjuk ke barisan para siswa. Shou ikut menoleh kearah yang ditunjuk oleh Alice, lalu secara tiba-tiba Shou mengengam tangan Alice dan menarik Alice dengan pelan, "Nah, gini," ucap Shou sambil meminum susu stroberi kesukaannya.

"Ayo berbaris di belakang mereka!" "Tentu saja," balas Shou mengangguk.

Alice mengikuti Shou sambil tersenyum, Shou menoleh lalu berkata, "Apa ini power spheramu, Alice?"

"Ah iya, namanya bot." Gamebot segera memunculkan ekpresi senyum, lalu menyapa, "Halo, Tuan."

"Karna namamu Gamebot, berarti bisa main ps, dong?" tanya Shou dengan pose berpikir, Gamebot hanya tersenyum lalu menoleh kearah Alice. "Haha, itu rahasia, tapi jika kamu mau bermain boleh kok," jawab Alice meletakkan jari telunjuknya dibibir.

Shou berpikir sejenak lalu berkata, "mungkin nanti saja deh, aku jadi lapar deh... hehe."

"Ah, okey. Jika ingin bermain... katakan saja, okey," ucap Alice mengedipkan sebelah matanya. "Baiklah," ucap Shou dengan wajah yang sedikit memerah dan tersenyum tipis.

"Harumi, Arumi, sini-sini," sapa Alice sambil melambaikan tangan saat melihat 2 orang terdekatnya.

Harumi dan Arumi pun mendekat, berbaris dibelakang Alice, tidak lama setelahnya fonder datang dan salah seorang mentor yang berjalan dibelakangnya.

Acara pun dimulai. Para siswa berbaris dengan rapi. Dan Ketua mulai menyampaikan pidatonya untuk seluruh siswa yang hadir di aula saat ini. Dan acara pidato pun selesai. Diakhiri dengan hormat mereka untuk para pemimpin yang akan memberi jalan untuk para pahlawan.

Para mentor menyuruh para siswa untuk berhati-hati agar tidak tersesat di markas yang begitu luas itu, Mentor Bastian memberikan para siswa 1 buah chip yang dipakai sebagai maps.

 

❃.✮:▹ ◃:✮.❃

 

Alice menatap satu-persatu para siswa yang awalnya berbaris mulai berpencar, semangat masih terpancar pada para siswa. Bahkan, Shou terbang ke langit aula dengan semangat.

Alice menoleh ke kanan, melihat Harumi yang sudah berjalan terlebih dahulu dengan semangat. 'Kemana, Arumi?'  batin Alice saat tidak menemukan Arumi disisi kirinya. Alice mengangkat bahu tidak mempermasalahkan jika dirinya kembali sendiri. Alice menatap chip yang berada ditangan, kerutan muncul didahi gadis itu menandakan dia sangat kebingungan.

"Ragu, nih," ucap Alice memeluk bot dengan erat, tanpa Alice sadari Siswa bersurai putih itu sudah berdiri didepannya. "Ragu kenapa, nih? apa kamu ingin terbang bersama, Shou?"

"Takut tersesat, sih," jawab Alice sedikit terkejut. "Bagaimana caranya?" tanya Alice sambil menatap Chip ditangannya.

"Ada Chip, ya?" Shou nampak berpikir lalu berkata, "apa kegunaannya? hmm... lebih baik terbang dengan Shou."

Alice menggeleng pelan, "Alice malu, lebih baik kita jalan saja."

Tidak membutuhkan waktu lama gadis itu berhasil memunculkan Maps pada Chip yang ada ditangan nya.

'Syukurlah akhirnya aku bisa memunculkan petanya, woah, markas ini begitu luas.'  batin Alice terkagum-kagum.

"Hm, baiklah, ah, lebih baik mengajak Arumi, sepertinya dia tidak memiliki tujuan," ucap Shou menunju kearah Arumi yang sangat kebingungan, Alice ikut menoleh dan melambaikan tangan kearah Arumi. Shou menarik Arumi dengan sayapnya untuk ikut bergabung, Arumi tidak keberatan.

"Ayo, Rumi, kita pergi bersama." "Baik, jika seperti ini saya tidak akan tersesat," ucap Arumi sambil tersenyum lalu menekan Chip. "Jadi—" "Kita mau kemana, Shou?" potong Alice sambil menujuk peta yang ada didepannya.

"Perempuan didahulukan. bagimu mau kemana?" "Kemana saja." "Mau ke taman?"

'Hmm, mau kemana, ya? Ah, perpustakaan.' Alice tersenyum saat menemukan tempat pertama yang ingin dia kunjungi.

"Taman? Hm, mungkin perpustakaan lebih asyik."

"Hm, baiklah," ucap Shou menarik Arumi dan Alice dengan sayapnya.

Selama perjalanan Shou, Arumi dan Alice saling mengobrol.

Setelah 15 menit berjalan, Alice kembali melihat chip, Gamebot ikut menatap disamping Alice.

"Yang titik merah ini kita, ah, didepan sana perpustakaan?" tanya bot menujuk titik merah.

"Hm, kasihan ya, Alice ada yang kesasar sepertinya," ucap Shou menarik  Alice dengan sayapnya mendekati seorang siswa yang kebingungan.

"Oh, okey," balas Alice mengangguk, "hm, sepertinya dia sudah menemukan mommy nya, nah ayo lanjut," ucap Shou kembali lalu kembali menarik Alice dengan sayapnya.

Alice dengan wajah kebingungan hanya mengangguk mengikuti.

"Oh, okey, hm.. dari pada pakai sayap kenapa tidak pegangan tangan saja?" tanya Alice dengan pose berpikir.

Shou menoleh lalu berkata, "kamu mau berpegangan tangan? boleh saja!" Setelah itu Shou mentransformasi kan sayapnya menjadi lengan.

'Ah, mengapa harus keceplosan! aduh!!'  gumam Alice gugup.

"Anu—" Alice menutup mulutnya dengan perasaan gugup, Alice sangat malu dengan apa yang dikatakan nya barusan.

"Kenapa? ada yang salah dengan lenganku?" tanya Shou bingung saat melihat wajah Alice yang berubah.

Alice hanya diam lalu kabur meninggalkan Shou dibelakang.

Alice menatap  Shou yang ada dibelakangnya dan Shou ternyata masih menatapnya dengan wajah bingung.

Alice belari dan bertemu dengan fuyoh, patner nya damiel. Alice meminta izin untuk membawa fuyoh, Damiel mengangguk mengizinkan. Alice kembali menelusuri lorong dan malah tersesat, tapi Alice memutuskan untuk berjalan terus hingga matanya melihat Shou.

"Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Alice mengagetkan Shou dari belakang. "Kamu dari mana saja?"

'Tersesat, ternyata aku tidak bisa pergi sendiri.'  batin Alice

"Membawa Fuyoh, ayo kita melanjutkan perjalanannya," ucap Alice menunjuk fuyoh diatas kepala dan sedikit tertawa.

Shou tersenyum dan mengangguk lalu kembali melanjutkan perjalanan, menuju perpustakaan dan akan mengelilingi markas sambil saling mengobrol.