03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
“Perhatian! Pesawat telah tiba pada
tujuan dan akan mendarat dalam lima menit.”
Mendengar pesan itu dari pilot. Beberapa dari mereka yang tengah tertidur pun lantas bangun, mempersiapkan diri mereka. Ada yang pergi untuk mencuci wajah, mengemas sampah makanannya sendiri, atau mempersiapkan mentalnya untuk menyapa orang-orang.
Gadis bermanik hetechromia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar kecil untuk membersihkan diri. Setelah siap, gadis itu kembali ketempat duduk mencari sang pemuda bersurai putih namun pemuda itu tidak ada ditempat nya.
Alice memperhatikan sekeliling mencari keberadaan sang pemuda, tak butuh waktu lama Alice menemukan pemuda bersurai putih itu menuju pintu keluar dengan menenteng tas dibahu tidak lupa seekor rakun mengekori pemuda itu.
"Tunggu," ucap Alice sambil menarik lengan baju Shou, pemuda bersurai putih.
Shou membalik badan dan tersenyum kearah Alice, "Alice?" Shou nampak senang melihat gadis didepannya. "Jangan tinggalkan Alice...." Alice menjeda perkataannya dan menatap lawan bicara lalu menggaruk tekuk canggung, lalu melanjutkan "Takut nyasar."
Alice menyadari jika Shou terdiam beberapa detik sebelum berkata, "Makanya dekat-dekat! Jangan hilang-hilang dong!" Alice mendengar itu hanya terkekeh tanpa dosa.
“Pintu pesawat akan dibuka.”
Mereka menyiapkan barang-barang dan bersiap untuk turun. Dan ketika pintu pesawat telah terbuka, terdengar suara riuh dari luar pesawat.
“Selamat datang para pahlawan!”
Sambutan yang begitu meriah dan hangat. Membuat pada murid kebingungan sesaat.
Founder Rhino menyuruh murid untuk berterimakasih kepada penduduk xeplor.
"Halo, selamat pagi semuanya," sapa Alice membungkuk dengan gugup.
Alice terkejut saat Shou memegang tangan Alice, dan dapat gadis itu rasakan bahwa pemuda didepannya gugup.
Alice setelah menyapa Alice langsung bersembunyi dibelakang bahu Shou untuk menyembunyikan rasa gugup nya.
"Gugup sekali rasanya," bisik Alice dibelakang Shou.
"Begitukah? Lebih baik terbiasa dengan lingkungan sekitar," jawab Shou setengah berbisik.
Alice dapat mendengar suara beberapa penduduk yang menyapa dan meminta para siswa untuk mengunjungi toko mereka.
"Terimakasih atas tawarannya." Alice membungkuk sopan mendengar tawaran dari para penduduk.
"Kak Alice." Suara familiar memasuki gendang telinga Alice, membuat Alice menoleh ke sumber suara untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Naretta melambai dan mendekati Alice, Alice yang melihat Naretta tersenyum dan memeluk gadis bersurai hijau itu.
Naretta balas memeluk dan bertanya, "Gimana perjalanannya? Oke kan?" Alice mengangguk semangat, Alice mengobrol sedikit dengan Naretta sebelum mereka terpisah kembali.
"Nanti kita pergi berdua ya," ajak Shou, Alice mereka dengarkan tapi matanya fokus manatap gadis bersurai hijau junior nya itu.
"Halo-halo, Alice, bukan?" tanya Junior nya menghampiri
"Halo Yeri, Yeri suka roti kah?" tanya Alice dan Yeri hanya mengangguk setuju.
"Jadi, mau kemana?" Shou bertanya dan sang gadis menatap kearah lain sebelum akhirnya menjawab tidak lupa menyeret seorang gadis bersurai hijau yang ternyata junior mereka.
"Bagaimana jika ke toko kue? Yeri ikut kan?" jawab dan tanya Alice.
"Eh, ayo-ayo." Yeri menjawab setuju dengan antusias. .
"Baiklah, kebetulan Karl juga lapar, iya kan karl?"
"Benarkah karl?" Alice mengendong sang rakun dan menelusuri jalan
"Dimana emang? Yeri ikut Alice saja."
Mereka bertiga menelusuri jalan dengan tenang dan Alice bertanya kepada Shou maupun Yeri tentang hawa dingin yang ada di planet xeplor.
"Disini lumayan dingin juga. Kita perlu tetap bersama. Bangunan disini tinggi dan kalian yang pendek pasti gak bakal kelihatan."
Perkataan Shou membuat Alice maupun Yeri merasa kesal, perempatan muncul didahi mereka mengingat perbedaan tinggi tubuh ketiga orang tersebut.
"Iya-iya, tuan muda Shou" ucap Alice ketus.
Alice segera masuk ke toko roti disusul Yeri dan Shou, saat masuk, Alice melihat Kak Aideen dari Arah jauh.
Alice mendekati kak Aideen, dan berbincang sedikit dengan pemuda yang dianggap kakak oleh gadis itu.
Aideen memberi sepotong coklat kesukaan Alice, membuat gadis itu kegirangan.
Setelah berbincang sedikit dengan kak Aideen, Alice kembali ke meja Shou dan Yeri dan berbincang-bincang sambil menikmati kue di toko kue.