Isi Cerita
Zey Regatha

CHAP 02 – GO TO XEPLOR’S PLANET

 

Setelah perjalanan yang cukup lama menuju tempat pesawat angkasa, Zey Regatha, dengan hembusan nafas lega bercampur dengan rasa Lelah dia menyeka keringat yang berada di keningnyahuuhakhirnya sampai…” gumamnya lebih pada dirinya sendiri.

 

Matanya mencari pesawat yang akan menjadi tempatnya hingga akhirnya mendapatkannya, matanya melebar dengan takjub melihat sebuah pesawat yang – mirip dengan pesawat angkasa, atau mungkin memang pesawat angkasa? Entahlah.. pikirnya, dia tidak terlalu peduli dengan itu, yang terpenting untuknya sekarang adalah mendudukan dirinya di kursi dan segera merilekskan diri mengingat cuaca hari ini cukup panas.

 

Seorang yang sepertinya di tugaskan mengumpulkan tas para penumpang dengan ramah mengambil tas ku dan membawanya menuju bagasi pesawat. Zey hanya mengambil beberapa barang yang menurutnya penting dan menaruhnya di kantong bajunya.

 

Dia melihat segerombolan orang yang Tengah mengantri menaiki pesawat angkasa itu dan segera berjalan dengan santai ke arahnya. Zey menunggu dengan sabar hingga setelah memasuki pesawat itu, ia sedikit takjub dengan megah dan lebarnya isi dari pesawat ini, udara dingin menmbus kulitnya yang sedikit berkeringat dan langsung menyegarkannya. Matanya memperhatikan sekeliling melihat sudah cukup ramai yang menduduki kursi, hingga matanya tertuju pada satu tempatsebuah kursi yang masih kosong dan berada dekat di jendela, spot favoritnya. Dia berjalan cukup cepat ke arah kursi kosong itu, berharap tidak ada orang lain yang menduduki tempat itu selain dirinya seorang.

 

Akhirnya, dia mendudukan dirinya di kursi empuk dan nyaman itu, karena sebelumnya tidak ada yang menempati, kursi itu terasa sejuk dan langsung mendinginkan kulitnyakuharap tidak ada yang menduduki kursi di sebelahku…” gumamnya dengan suara pelan dan hampir berbisik.

 

Namun sayangnya ia terlalu cepat berpikirseorang Wanita langsung mendudukan dirinya di kursi tepat di sebelahnya membuat wajahnya seketika muram namun Kembali pada wajahnya yang biasa karena tidak sopan berperilaku seperti ini di tempat umum. Dia menatap keluar jendela di mana beberapa orang Tengah mempersiapkan untuk berangkatnya pesawat angkasa ini.

 

Zey menatap pintu tempat ia tadi masuk dan melihat petugas di sana menutup pintu dengan rapat, tepat setelah itu, pesawat angkasa ini sedikit bergetar hingga akhirnya Kembali tenang tanda mesin pesawat angkasa ini sudah di nyalakan dan siap untuk lepas landas.

 

 

Zey Kembali menatap keluar jendela dan melihat bagaimana pasawat yang di tumpanginya mulai berjalan perlahan hingga akhirnya terangkat ke udara, dia sedikit melihat ke atas di mana pesawat ini mulai mendekati awan hingga akhirnya benar benar berada di atas awan.

 

Pesawat angkasa ini semakin terbang ke atas hingga akhirnya kini berada di langit menembus bumi, di luar sini terasa sangat gelap dan hanya ada ribuan Bintang yang memenuhi langit tanpa batas ini. Zey melihat ke arah planet besar yang tadinya ia tempati, bumi.

 

Ia terpukau melihat banyaknya Bintang serta beberapa planet lain yang bisa di tangkap oleh matanya, ia bersandar pada kursinya yang empuk merilekskan tubuh, sepertinya perjalanan ini akan memakan waktu cukup lama.

 

Zey memperhatikan beberapa penumpang lainnya yang tampak sibuk dengan urusannya masing masing, tapi ia bingung apa yang ingin dia lakukan untuk mencari kesibukannya sendiri. Zey Kembali menatap keluar jendela dan memutuskan mengejamkan matanya sejenak, berharap saat dia bangun nanti sudah sampai di planet XEPLOR’S