03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
CHAP 02
– GO TO XEPLOR’S PLANET
Setelah perjalanan yang cukup lama menuju tempat pesawat
angkasa, Zey Regatha, dengan hembusan nafas lega bercampur
dengan rasa Lelah dia menyeka keringat yang berada di keningnya “huuh… akhirnya sampai…” gumamnya lebih pada dirinya sendiri.
Matanya mencari pesawat yang akan menjadi tempatnya
hingga akhirnya mendapatkannya, matanya melebar dengan takjub melihat sebuah pesawat yang – mirip dengan pesawat
angkasa, atau mungkin memang pesawat angkasa? Entahlah..
pikirnya, dia tidak terlalu peduli
dengan itu, yang terpenting untuknya sekarang adalah mendudukan dirinya di kursi dan segera merilekskan diri mengingat cuaca hari ini cukup
panas.
Seorang
yang sepertinya di tugaskan
mengumpulkan tas para penumpang dengan ramah mengambil tas ku dan membawanya
menuju bagasi pesawat. Zey hanya mengambil beberapa barang yang menurutnya penting dan menaruhnya di kantong bajunya.
Dia melihat segerombolan orang yang
Tengah mengantri menaiki pesawat angkasa itu dan segera berjalan dengan santai ke arahnya.
Zey menunggu dengan sabar hingga setelah
memasuki pesawat itu, ia sedikit
takjub dengan megah dan lebarnya isi dari pesawat
ini, udara dingin menmbus kulitnya yang sedikit berkeringat dan langsung menyegarkannya. Matanya memperhatikan
sekeliling melihat sudah cukup ramai
yang menduduki kursi, hingga matanya tertuju pada satu tempat – sebuah kursi yang masih kosong dan berada dekat di jendela, spot favoritnya. Dia berjalan cukup cepat ke
arah kursi kosong itu, berharap
tidak ada orang lain yang menduduki tempat itu selain dirinya
seorang.
Akhirnya,
dia mendudukan dirinya di kursi empuk dan nyaman itu, karena sebelumnya
tidak ada yang menempati, kursi itu terasa sejuk
dan langsung mendinginkan kulitnya “kuharap tidak ada yang menduduki kursi di sebelahku…” gumamnya dengan suara pelan
dan hampir berbisik.
Namun sayangnya ia terlalu
cepat berpikir – seorang Wanita langsung mendudukan dirinya di kursi tepat di sebelahnya membuat wajahnya seketika muram namun Kembali pada wajahnya yang biasa karena tidak sopan
berperilaku seperti ini di tempat umum.
Dia menatap keluar jendela di mana beberapa orang
Tengah mempersiapkan untuk berangkatnya pesawat angkasa ini.
Zey menatap pintu tempat
ia tadi masuk
dan melihat petugas di sana
menutup pintu dengan rapat, tepat
setelah itu, pesawat angkasa ini sedikit bergetar
hingga akhirnya Kembali tenang tanda mesin
pesawat angkasa ini sudah di nyalakan
dan siap untuk lepas landas.
Zey Kembali
menatap keluar jendela dan melihat bagaimana pasawat yang di tumpanginya mulai berjalan perlahan hingga akhirnya terangkat ke udara,
dia sedikit melihat ke atas
di mana pesawat ini mulai mendekati awan hingga akhirnya
benar benar berada di atas awan.
Pesawat angkasa ini semakin
terbang ke atas hingga akhirnya kini berada di langit menembus bumi, di luar sini
terasa sangat gelap dan hanya ada ribuan
Bintang yang memenuhi langit
tanpa batas ini. Zey melihat
ke arah planet besar yang tadinya ia tempati, bumi.
Ia terpukau melihat banyaknya Bintang serta beberapa planet lain yang bisa di
tangkap oleh matanya, ia bersandar pada kursinya yang empuk merilekskan tubuh, sepertinya perjalanan ini akan memakan
waktu cukup lama.
Zey memperhatikan beberapa penumpang lainnya yang tampak sibuk dengan
urusannya masing masing, tapi ia bingung
apa yang ingin dia lakukan untuk
mencari kesibukannya sendiri. Zey Kembali menatap keluar jendela dan memutuskan mengejamkan matanya sejenak, berharap saat dia
bangun nanti sudah sampai di planet XEPLOR’S