03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
--|🪶
Hari telah
berganti, sudah waktunya untuk pergi rekreasi. Aku yang sudah bersiap mulai
melangkahkan kaki ku menuju tempat kami berkumpul tanpa membawa sesuatu. Loh
kenapa tidak membawa sesuatu? Atau kemana barang bawaan ku? Jangan-jangan aku
lupa? Eitts. Hehehe, kan kemarin sudah aku titipkan pada senior favorit ku.
Kenapa aku menyebut nya senior favorit? Karena dengannya aku bisa mencuri—eh
maksudnya bisa menitipkan berbagai macam barang, sampai makanan. Mengobrol
dengannya juga sangat menyenangkan!
Aku pun
berjalan dan melihat yang lainnya sedang berjalan menuju ke titik dimana kami
harus berkumpul. Aku pun melihat ternyata sudah ada kapten dan komandan disana.
Dan kali ini aku terkejut saat melihat sebuah pesawat angkasa yang begitu besar
dan megah. Wow itu terlihat mahal.
"Woah
kerennya, ini kapal atau pesawat? Ah besar!" kagum ku ketika melihat
pesawat atau kapal ya? Yah, apapun itu intinya aku melihat transportasi yang
akan kami gunakan untuk rekreasi kali ini.
Disaat aku
sedang mengagumi keindahan dan keelokkan pesawat angkasa ini aku mendengar
seseorang berbicara, setelah ku lihat wajah nya ternyata itu salah satu mentor
yang sedang bertanya mengenai kehadiran kami.
"Aman
aman, tinggal jalan jalan!" Aku bersemangat hingga mengacungkan tangan
ketika menjawab pertanyaannya. Jelas dong, siapa sih yang ga bersemangat ketika
hendak rekreasi? Hehe.
Tepat ketika
semua hendak memasuki pesawat angkasa itu, aku mendekati ketua dan bertanya
padanya, "Ketua ketua, apa perjalan
kita memakan waktu yang lama?" ucapku penasaran. Karena aku takut di
pesawat nanti, aku malah mati kebosanan. Brrr, membayangkan nya saja aku tidak
mau.
"Cukup
panjang. Tapi tenang saja, pesawat ini sudah lengkap dengan semua fasilitas.
Kamu tidak akan bosan dengan perjalanan yang panjang," jawabnya sambil
tersenyum.
Aku
mengangguk-angguk mendengar jawaban ketua. Sangat menarik dan menyakinkan. Aku
lalu memasuki bagian dalam pesawat. Dan, wow! Ini keren sekali. Sangat luar
biasa!
"Hooo,
keren!" Aku berbinar-binar. Selain mengingat jawaban ketua, aku juga kagum
dengan bagian dalam pesawat ini.
Ketua
mengangguk sebagai balasan jawaban ku, "Duduklah," sambungnya.
Rupa-rupanya ketua masih mendengar balasan ku.
"Siap
ketua!" Aku berpose hormat dan berseri-seri menjawabnya.
Benar kata
ketua, aku harus mulai mencari tempat duduk. Aku melihat sekitar dan beberapa
yang lain sudah mulai duduk dengan rapi dan tenang sambil bercakap-cakap. Hm,
ternyata bersemangat seorang diri kurang menyenangkan. Aku menghela napas ku.
Di tengah
perjuangan aku mencari tempat duduk yang terlihat nyaman di mataku, aku
menelusuri setiap penjuru ruangan di pesawat ini untuk mencari tempat duduk
yang sekiranya ada untuk ku seorang? Sampai aku merasa kalau aku hampir
tersesat karena tidak melihat adanya kepala yang bisa dilihat di kursi
penumpang ketika mereka bersandar di kursi. Aku panik. Tapi setelah aku kembali
ke rute sebelum nya aku menemukan mereka semua. Aku menghela napas ku lagi.
"Hmm,
enaknya duduk dimana ya? di kokpit boleh tidak ya?" gumam ku karena sudah
terlalu lelah memikirkan akan duduk dimana.
Tapi
sepertinya rencana untuk duduk di kokpit aku urungkan. Takutnya malah aku yang
nanti ditendang dari pesawat mewah ini. Ga mau.
Tiba-tiba di
tengah lamunan ku yang berada di bagian belakang kabin aku dikejutkan oleh
sebuah pengumuman yang mengatakan bahwa untuk segera bersiap di kursi
masing-masing karena ternyata pilot dan co-pilot akan segera melakukan
penerbangan.
"Waduh,
bagaimana ini. Oke! Itu ada tempat yang kosong, aku akan duduk disana
saja," gumamku. Aku lalu berjalan dan duduk di salah satu kursi yang masih
kosong dan menghela napas lalu bersiap untuk melihat pesawat ini lepas landas
dari dalam pesawat itu sendiri.
Rupa-rupanya
aku tadi terlihat seperti orang hilang, yang akhirnya menemukan kerabat setelah
sekian purnama berpisah. Lucu. Iya aku lucu. Hehe.
Pesawat
mulai di terbangkan, aku melihat ke luar jendela dan menemukan bahwa ada sebuah
portal raksasa yang berwarna keunguan muncul. Sepertinya portal itu yang akan
membantu kami menuju tempat tujuan
"Woah,
besar sekali portal itu," ucapku kagum.
Terlihat
bahwa suasana di sini menjadi tenang setelah lepas landas. Aku melihat beberapa
barang yang ringan tampak melayang-layang. Rupanya kita sudah mulai tidak lagi
diliputi oleh gravitasi. Tapi aneh, kenapa aku tidak melayang-layang juga? Apa
karena aku kebanyakan makan ya? Ga mungkin sih.
Menaiki
pesawat angkasa seperti ini bukanlah suatu bayangan yang akan ku lakukan dimasa
depan, namun ternyata di masa depan itu aku justru menaikinya. Sesuatu yang
benar-benar di luar rencana kan? Tidak ada yang bisa meramal masa depan, kalau
bisa sih aku juga mau. Contohnya seperti meramal apakah nanti akan ada pesta
yang memiliki banyak makanan makanan manis atau tidak. Hehe.
Tidak terasa
ternyata pesawat yang sedang ku tumpangi ini sudah meninggalkan planet Mursa.
Aku menatap jendela dan melihat betapa cantiknya pemandangan di luar sana. Apa
kugapai saja bintang disana? Kalau aku benar-benar menggapainya di luar sana
nanti aku kehabisan udara dong? Oke aku urungkan niat itu.
"Oh
gini rasanya terbang pake pesawat mahal, pemandangan nya cantik," Aku
masih melihat ke luar jendela. Menatap cantiknya langit tak berujung ini.
Sambil menerka-nerka apakah ada bintang jatuh melintas tepat di sebelah jendela
ku.
"Hmm,
aku bosan, padahal baru lepas landas," keluh ku sambil bersandar di kaca
sebelahku dan masih menatap langit yang tak berujung ini.
Aku
benar-benar bosan! Aku kembali menatap sekitar dan mengintip yang lain, sedang
melakukan apa saja ya mereka? Aku penasaran. Aku bosan sendirian. Apa yang
harus ku lakukan ya? Apa lebih baik aku keliling dulu? Tapi kalau nanti aku
kembali tersesat bagaimana? Tidak jadi ah.
"Hmm.
Yang lain pada ngapain ya?" tanya pada diriku sendiri dengan penasaran.
Di
tengah-tengah sesi mengintip yang sedang aku lakukan, tiba-tiba ada seseorang
yang memanggil namaku. Kalau bukan seseorang nanti seram dong.
"Eh?"
Spontan aku menoleh dan mencari tahu siapa yang baru saja memanggil nama ku.
Aku pun
akhirnya menemukan seseorang yang memanggil namaku barusan lalu berdiri dan
menghampiri sang tuan.
"Ya!"
Aku berjalan riang menghampiri nya, akhirnya ada yang mengajak ku bicara!
Seseorang
itu tidak lain dan tidak bukan adalah ketua sendiri. Wah, ketua memanggilku,
ada apa ya kira-kira?
"Boleh
minta tolong?" ucap ketua sambil berbisik.
Aku bingung,
namun setelahnya aku mengangguk.
"Ah,
ya? Tentu! apa yang bisa saya bantu untuk ketua?" ucapku riang walau
sebelumnya sedikit kebingungan karena tiba-tiba ketua meminta tolong kepada ku.
Kepada ku loh? Kan bingung dan terkejut aku tuh.
"Boleh
ambilkan minuman?" pinta ketua sambil tersenyum.
"Maaf
merepotkan kamu." Sambungnya sambil menunjuk Nyx yang berada di
pangkuannya.
Oho, rupanya
meminta tolong toh. Kirain mau memarahi aku gara-gara ketua tidak sengaja
mendengar aku yang hendak duduk di kokpit sebelumnya. Bukan karena ketua
memergoki ku yang sedang mengintip sambil menyandarkan tangan dan tubuhku pada
kursi di depan ku. Hehe. Toh mengintip seperti itu tidak dilarang kan? Hanya
saya aku menyebutnya mengintip! Bukan berarti aku benar-benar mengintip yang
tidak tidak loh.
"Oh!"
Aku melihat yang ditunjuk ketua. Diam-diam bersyukur karena dugaan ku salah.
"Tentu,
siap laksanakan!" Aku berpose hormat dan tersenyum kepada ketua. Lalu
pergi mengambil minuman untuk ketua.
Sayup-sayup
aku mendengar helaan napas lega di sekitar tempat duduk ketua. Apa ketua yang
menghela napas lega barusan? Wow, kalau memang benar berarti telingaku
berfungsi dengan baik.
Aku yang
senang bersenandung pelan sambil berjalan mencari ruang harta karun. Ya, tempat
dimana ada makanan atau minuman, itu ku sebut sebagai ruang harta karun. Ah,
aku menemukannya! Aku lalu mengambil beberapa jenis minuman.
Setelahnya
aku kembali ke ketua, dengan beberapa buah minuman di genggaman ku.
"Ini
ketua! Silahkan dipilih." Aku memperlihatkan minuman yang ada di tangan ku
sambil berseri-seri.
Ketua pun
mengambil salah satu minuman yang aku bawa.
"Terima
kasih Naretta. Sini, kemarikan tanganmu." Ketua mengayunkan tangannya.
"Iyap!
Dengan senang hati ketua," ucapku dengan senyuman.
Aku sedikit
kebingungan ketika ketua meminta ku untuk mengulurkan tangan ku. Namun aku
tetap mengulurkan tangan ku ke arah ketua. Untuk apa ya kira-kira?
"Ada
apa ketua?" tanyaku. Walau aku sudah mengulurkan tangan ku, aku tetap
penasaran, untuk apa ketua berkata begitu. Hmm.
Ketua pun
mengambil tangan ku dan tiba-tiba muncul sedikit cahaya ketika ketua
menggenggam tangan ku? Sepertinya itu alasan kenapa cahaya bisa muncul.
"Ucapan
terima kasih, satu tahun untukmu." Ketua pun melepaskan tangannya lagi.
Aku
terkejut. Benar-benar terkejut.
Apa kata
nya? Satu tahun untukku? Satu tahun? Satu? Tahun?! Wow!
"O-oh!"
Aku melihat tangan ku sendiri lalu melihat ketua.
"Eh? Eh
eh? Serius ketua?" ucapku masih sedikit tidak percaya. Namun,
"Woohoo!
Yippee! Panjang umur satu tahun!" Aku melompat lompat kecil karena senang.
Iya lah senang. Siapa sih yang ga mau usia tambahan? Rugi dong kalau ga mau.
Lumayan kan satu tau lebih panjang dari yang lain, khekhekhe.
Ketua
mengangguk mendengar pertanyaan ku. Oh, sudah tervalidasi nih. Hohoho, panjang
umur satu tahun!
Oke kita
tunda dulu dan rayakan lagi setelahnya. Aku pun menunduk hormat kepada ketua
sambil masih memegang minuman lebih yang ku bawa dan berterima kasih.
"Terima
kasih juga ketua!" ucapku dengan gembira. Aku lalu berjalan lagi ke tempat
duduk ku sambil masih menatap tangan ku yang sebelumnya bersinar akibat
kekuatan ketua.
"Luar
biasa," gumamku sambil tersenyum senang.
Aku pun
kembali duduk dan menghabiskan minuman yang sebelumnya kubawa setelah membantu
dan mendapat hadiah luar biasa dari ketua. Aku pun menatap ke luar jendela,
menanti dan kembali menerka-nerka apa yang akan terjadi nantinya.
--|🚀