03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Di sianghari, waktu pemberangkatan kami keluar planet telah tiba. Aku, beberapa mentor lain, dan para murid berjalan ke arah parkir pesawat yang akan bersiap lepas landas. Pesawat yang akan kami naikin begitu sangat bagus dan mewah, pesawat yang besar akan membawa kita pergi keluar planet.
"Wah, pesawat nya besar banget" kagum ku. Para murid yang lain pun begtiu takjub dengan pemandangan yang ada di depan mereka, aku selalu tidak pernah tak kagum dengan barang barang teknologi yang ada di planet ini, mengingat bagaimana kondisi planet ku yang sangat gaptek.
"Halo ketua, commander" sapa kak saaochi ke arah 2 petinggi dianxy, beberapa murid yang lain pun menyapa mereka. Terjadi percakapan di antara kak saaochi dan kak Maula. Aku melihat ke semua arah mencoba mencari seseorang namun tak ketemu. Ku perhatikan damiel dan Ryu juga sudah ketemu.
Kami semua berbaris dan bergantian masuk, di dalam pesawat ini tak kalah bagus dari tampilan luar nya. Di dalam nya sangat nyaman dengan kursi yang empuk untuk di duduki. Perjalanan ini mungkin akan memakan waktu, namun dengan segala kenyamanan ini sepertinya tidak apa?
Aku melihat seseorang yang ku kenal, seorang lelaki yang berumur 18 tahun jauh lebih tua banding ku, namun sudah ku anggap seperti saudara sendiri. Rayn thunderstorm, ia duduk di sudut lalu melihat sekeliling. "Yo nolep, akhir nyaa menampakkan diri yah?" Ia hanya tersenyum lalu kembali diam menunggu keberangkatan di mulai. Dasar dia ini, selalu saja menjauh, padahal kami kan GK gigit. Aku duduk di dekat nya, ikut menunggu keberangkatan.
Zean selaku kopilot memberikan peringatan kepada seluruh penumpang untuk bersiap di kursi masing-masing. Karena mereka akan segera melakukan penerbangan. Suasana di dalam pesawat menjadi lebih tenang saat mereka sudah lepas landas. Beberapa barang yang ringan pun tampak melayang. Membuat murid begitu antusias akan sesuatu yang baru mereka rasakan ini.
Menaiki sebuah pesawat angkasa, terbang antar planet, dan bahkan menjadi pahlawan. Mungkin semasa kecil, tidak pernah terpikirkan sama sekali di benak mereka bahwa akan ada hal yang seperti ini. Yang tentu saja tidak masuk dalam list cita-cita ketika dewasa.
.
.
.
Pemandangan yang begitu sangat indah, kami di suguhi pemandangan planet mursa dari atas sini, kagum atas keindahan nya. Beberapa di antara mereka mulai bercengkrama santai, memikirkan planet yang akan kami datangi kira kira akan secantik apa. Regina, murid dari kelas ku pun menatap kagum akan pemandangan yang kita liat barusan.
Beberapa ada yang bersenda gurau menghilang suasana hening , ada juga yang langsung tertidur untuk menghilangkan rasa bosan, Semua tergantung individu yang bersangkutan. Aku sesekali menengok keluar jendela, tak ada rasa bosan dalam diriku, karena di luar sana begitu cantik dan menawan. Kira kira planet itu seperti apa yah? Lagi lagi aku bertanya di dalam benak ku, apakah dingin? Hangat? Ntah lah, semua pertanyaan random ini hanya akan terjawab di saat kami sudah sampai di planet itu.
Mereka bercengkrama dengan sangat bahagia, aku pun mulai di Landa rasa kantuk seperti nya gara gara aku tak tidur siang tadi. Aku merenggangkan tangan lalu memperbaiki posisi ku dan terlelap di kursi ku sendiri menunggu waktu tiba di planet itu.