03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Langkah kaki kecilnya terlihat lambat karena tas yang dia gendong terlihat besar, bahkan hampir sama besar dengan tubuh mungil Aisyah yang hanya memiliki tinggi 145 cm.
"Beraaattt.." keluh Aisyah dengan pelan.
Bola mata hijaunya melihat sekeliling area tempat pesawat terbang itu berada.
Aisyah terlihat kagum dengan ukuran pesawat itu.
"Waahh!"“
Gadis kecil itu melihat sekeliling untuk mengagumi seluruh sudut sampai mata bulatnya melihat sosok Yosu yang sedang sendirian.
"YOSUUUUUU!" teriak Aisyah memanggil namanya.
Kaki kecilnya berlari seolah beban akibat tasnya yang besar tidak ada itu membuat Yosu salah fokus ke tas yang Aisyah gendong.
"Ah Aish. Besar sekali tasmu"
Aisyah mengedipkan matanya berkali-kali.
"AISH NGGA TAU KAPAN KITA BALIK!! TERUS TERUS AISH BAWA INI, BAWA ITU!! KAN AISH JUGA PAKAI HIJAB! TERUS LAGI LUKA! LUKA YANG HANYA PEREMPUAN BISA ALAMIN!" Jawab Aisyah dengan antusias.
"Ah begitu ya. Tapi bukankah tas besar harus di masukkan ke bagasi? Dan juga, cepat sembuh ya aish. Jika butuh sesuatu panggil saja" ucap Yosu dengan senyuman.
"Mungkin dan baik yosu!"
Mungkin karena terlalu fokus berbincang berdua, Aisyah baru sadar hanya mereka berdua yang belum masuk ke dalam pesawat.
"EH! KITA HARUS CEPAT! NANTI KITA DITINGGALIN!"
"Waaah-!"
Karena panik Aisyah menarik Yosu masuk ke dalam pesawat dengan sedikit tergesa-gesa sampai Yosu sendiri hampir jatuh karena di tarik tiba-tiba, di tambah lagi perbandingan tinggi badan mereka cukup jauh.
Mata Aisyah melihat seisi pesawat dan mencari kursi di bagian depan. Tapi sayangnya semua kursi bagian sudah terisi penuh.
"YAH! YOSU KITA MASUK TERAKHIR! KURSI BAGIAN DEPAN UDAH PENUH!"
Yosu yang mendengar ucapan Aisyah ikut melihat sekeliling dan benar kalau kursi bagian depan sudah penuh.
Tapi Yosu melihat dua kursi kosong paling belakang yang membuat Yosu menganggukkan kepalanya.
"Benar. Baiklah ayo" ucap Yosu menarik Aisyah ke kursi kosong itu dan Aisyah yang melihatnya kaget.
'PERASAAN TADI ENGGA ADA!' batin Aisyah kaget.
"MASIH ADA YANG KOSONG?"
Aisyah mungkin sangat heboh sekali hanya karena kursi, tapi begitulah Aisyah.
"Tentu saja. Kalau tidak cukup bagaimana mau menampung kita semua?"
Kepala Aisyah mengangguk paham dengan ucapan Yosu.
Yosu tidak duduk lebih dulu dan mempersilahkan untuk Aisyah duduk di dekat jendela pesawat.
Terlihat binar di mata Aisyah karena sangat senang sekali lalu gadis kecil itu duduk di dekat jendela.
"Ah iya Aish tas mu, sini kemarikan padaku. Akan aku taruh bersamaan dengan tas ku"
Aisyah sama sekali tidak protes dan memberikan tas besarnya ke Yosu, lalu Yosu meletakkan tas miliknya dan sang adik di bagasi atas.
"Baiklah sudah"
Pemuda rubah itu mulai mengambil tempat tepat di sisi Aisyah.
"HORE JALAN-JALAN!"
Sebelum terbang, terdengar suara pilot yang memberikan peringatan dan setelah itu pesawat mulai lepas landas.
Selendang Aisyah mulai melayang saat pesawat keluar dari atmosfer Mursa karena gravitasi yang mulai menghilang.
Aisyah kagum tapi tetap memegang selendangnya agar tidak terbang ke kursi lain.
Pandangan Aisyah tertarik pada luar pesawat terbang yang dapat dia lihat dari jendela.
Antusias, kagum sampai perasaan merinding Aisyah rasakan saat melihat galaksi yang luas.
‘Masyaallah!’
"YOSU YOSU! LIHAT! CANTIK!"
Yosu yang mendengar suara antusias Aisyah ikut melihat ke luar jendela.
"Ah kau benar. Ini pertama kalinya ku benar-benar keluar dari sebuah planet. Indah sekali" ucap Yosu yang mendapat anggukan antusias dari Aisyah.
"Setuju! Ini cantiiikkkkkk!!"
Interaksi hangat antar adik dan kakak yang sering di salah pahami oleh orang-orang selalu membuat Yosu tertawa pelan.
"Fufu. Karena perjalanan ini cukup jauh.."
Tanpa aba-aba Yosu bersandar di bahu Aisyah yang membuat gadis berhijab itu kaget sekaligus bingung.
"Saatnya untuk tidur"
"... Yaudah deh! Capek juga! Enakan tidur!"
Aisyah juga menyandarkan kepalanya ke kepala Yosu.
"Tidur memang enak" ucap Yosu yang lagi-lagi di angguki Aisyah.
Kacamata Yosu dia lepas lalu dia masukkan ke dalam tempat nya. Aisyah yang melihat pun berinisiatif untuk mengikat tempat kacamata Yosu ke selendang nya lalu mengikatkan sisi lainnya ke pinggangnya agar kedua benda itu tidak melayang terlalu jauh.
Karena cuaca di galaksi dan planet akan terasa berbeda, Yosu berinisiatif memeluk tubuh mungil Aisyah dengan ekornya dan Aisyah yang di peluk merasa nyaman.
"Ekor Yosu hangat.. Aish.. jadi ngantuk.."
Mata aisyah mulai tertutup perlahan-lahan dan tak lupa Aisyah membaca doa sebelum tidur dalam hati.
"Selamat istirahat.. Yosu.."
Aisyah masuk ke alam mimpi lebih dulu dan Yosu menyempatkan diri untuk melakukan pat-pat pada kepala Aisyah.
"Kamu juga Aish.."
Pada akhirnya mereka berdua tertidur sepanjang perjalanan dan tidak terusik dengan keributan yang ada.