Isi Cerita
Atalanta Sienna Kyrane

Aku terdiam saat melihat pesawat terbang yang telah disediakan untuk menuju ke planet Xeplor. Ukurannya cukup besar sehingga pesawat yang di sediakan hanya satu.

 

Tempat ini sangat mengagumkan.

 

Netraku melihat sosok Nona Syndulla yang sedang berbincang dengan Nona Saaochi. Di dekat mereka pun terlihat Tuan Cheiros.

 

Entah mengapa kakiku melangkah ke arah mereka dan berniat untuk menyapa mereka, terlebih menyapa Nona Syndulla. Cukup jarang aku menyapa dirinya karena jarang bertemu secara langsung.

 

“Nona Syndulla,” sapaku dengan sopan. Sebisa mungkin aku tetap sopan karena di tempat ini aku adalah anggota di bawah lindungan Tuan Cheiros dan Nona Syndulla.

 

“Halo Sienna.” Nona Syndulla membalas sapaan ku dengan ramah dan dengan senyumannya yang indah. Entah mengapa hal tersebut membuat sudut bibirku melengkung hingga membentuk sebuah senyuman tipis.

 

Aku juga menyapa Tuan Cheiros yang terlihat memperhatikan yang lainnya dan mulai berbincang-bincang sejenak dengan kedua orang dengan posisi tertinggi di DianXy tersebut.

 

“Apakah Nyx bisa masuk ke dalam pesawat? Jika tidak bisa maka dia akan terbang mengikuti pesawat.” Ucapanku itu terdengar di telinga Tuan Valentine yang kebetulan lewat dan dia pun berkomentar.

 

“Di saat liburan pun ingin membawa peliharaan?” tanyanya heran.

 

Huh? Apakah ada yang salah? Lagipula Nyx sejak awal tidak seperti hewan peliharaan, melainkan lebih mirip seperti senjata dan penunjuk jalan bagiku. “Nyx akan membantu saya jika berjalan nantinya.”

 

Netraku kembali menatap ke arah Tuan Cheiros yang terlihat berseri-seri saat menatap Nyx.

 

Ah. Apakah Tuan Cheiros menyayangi Nyx?

 

“Tentu saja bisa. Aku bisa membantu menaruhnya di pahaku jika kamu mengizinkan.”

 

Senyuman ramah nya membuat ku sedikit iri. Bagaimana bisa aku tidak sangat beruntung menjadi anggota jika mereka berdua yang menjadi founder dan commander?

 

Aku dengan senang hati mengizinkannya karena Nyx pun terlihat senang dan memilih untuk melepas semua barang bawaan ku dari tubuhnya lalu berubah menjadi seukuran burung normal. Dan setelah Nyx menempel ke Tuan Cheiros.

 

Tas yang seharusnya berada di Nyx berakhir berserakan dan hal tersebut membuat ku menghela nafas berat.

 

Aku sama sekali tidak masalah, tapi bagaimana saya bisa membawa semuanya?

 

Untung saja Tuan Elio datang tepat waktu dan membantu ku. Walaupun dia memilih untuk membawa semuanya dan aku tidak membawa apapun selain tas selempang yang malah lebih ringan dibandingkan dengan barang lainnya karena hanya berisi tablet dan beberapa pakaian.

 

Sisanya berada di tas yang Tuan Elio bawa.

 

Karena tidak ingin merepotkannya, aku pun memilih untuk menggendong Faa. Kebetulan Nyx berada di pangkuan Tuan Cheiros jadi tidak ada yang menemani ku.

 

Setidaknya harus ada manusia atau hewan yang berada di dekat ku agar penglihatan ku sedikit lebih baik.

 

‘Saya ingin waktu sendiri, tapi Nyx tidak ada.’

 

Berakhir aku duduk bersama dengan Tuan Elio dengan aku yang berada dekat dengan jendela pesawat.

 

‘Pengalaman pertama,’ batinku di saat pesawat mulai terbang.

 

Aku akui jika aku merasa sangat senang. Tapi, aku sendiri bingung bagaimana harus berekspresi. Padahal aku sempat tersenyum di hadapan Nona Syndulla.

 

Yah. Senyumannya sangat mudah menular ke orang lain.

 

Tatapanku fokus ke luar jendela, merasa kagum dengan galaxy ini. Sangat indah, seperti galaxy tempat planet ku berasal. Sedangkan tanganku sejak tadi fokus mengusap bulu putih Faa yang terlihat nyaman di dekatku.

 

Ternyata, baik Tuan Elio maupun peliharaannya memiliki sifat yang sama. Sama-sama sulit untuk menjauh dari saya jika tidak di paksa.

 

Hingga akhirnya aku mengingat jika Tuan Elio berencana duduk bersama Tuan Masayoshi tetapi aku menahannya.

 

Aku mengalihkan pandanganku ke arah Tuan Masayoshi yang duduk seperti seseorang yang kehilangan arah sehingga aku memilih untuk menyenggol bahu Tuan Elio.

 

“Tuan Masayoshi terlihat seperti seseorang yang kehilangan semangat hidup. Lebih baik Anda menghampiri dan menemaninya.”

 

Terdengar kekehan dari Tuan Elio. “Kurasa dia sedikit marah padaku.”

 

Aku merasa bersalah saat mendengar ucapan Tuan Elio.

 

“Jangan seperti itu pada teman Anda. Lebih baik Anda menemaninya karena saya sedang membutuhkan waktu sendiri. Saya juga memerlukan tidur yang cukup. Apakah Anda tidak keberatan?”

 

Senyum hangat terukir di bibirnya walaupun tidak selama Tuan Cheiros dan Nona Syndulla. Tapi senyumannya lagi-lagi berhasil membuat mataku terasa akan semakin buram karena melihat matahari secara langsung.

 

Pada akhirnya Tuan Elio mengalah dan meninggalkan ku sendiri dan berjanji akan menghampiri ku saat pesawat mendarat.

 

Aku memperhatikan langkahnya sebelum beralih ke arah Tuan Cheiros.

 

Aku merasa kasihan padanya karena Nyx tertidur begitu saja di pangkuannya. ‘Semoga saja Nyx tidak jatuh sendiri dari pangkuan Anda.’

 

Mataku mulai terpejam perlahan-lahan dan berusaha tertidur dengan damai walaupun hasilnya nihil dan membuat ku menghela nafas berat.

 

Faa yang masih berada di pangkuanku terlihat menatapku dengan tatapan matanya yang terlihat imut. Tapi dia terlihat khawatir padaku?

 

“Saya baik-baik saja. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa menanyakan pada Nyx nantinya.”

 

Sebisa mungkin aku berusaha tidak membuat siapapun khawatir karena masalah tidurku yang semakin buruk.

 

Rubah putih itu menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan ucapanku dan akhirnya tidur di pahaku dengan suara dengkuran yang terdengar.

 

Tanganku kembali mengelus bulu putih lembut itu dengan penuh kasih sayang dengan tatapan yang tidak terhalangi oleh visor yang aku matikan sejak Tuan Elio berpindah tempat.

 

Tatapanku yang datar terlihat sangat kosong seolah-olah tidak ada jiwa di dalam tubuh ini.

 

“Tidurlah. Saya harap Anda tidak mengalami mimpi yang buruk..

 

‘Seperti yang saya alami.’

 

Pada akhirnya aku menghabiskan waktu di pesawat dengan melihat angkasa luas yang selama ini aku ingin lihat lebih jauh dan melupakan waktu istirahat ku.

 

 

 

Chap 02 - End

To Be Continued To Chapter 03