03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
DianXy,
organisasi yang sempat runtuh setelah pertempuran terakhir terjadi. Kini
organisasi tersebut telah kembali, dengan versi baru baru yang lebih canggih
bersama dengan mentor maupun murid yang lebih banyak dari sebelumnya.
Ini
kali kedua para murid DianXy mendapatkan perintah untuk berkumpul di aula
setelah penyambutan kala itu. Entah apa yang akan mereka lakukan namun beberapa
diantaranya terlihat tidak sabar.
Sienna,
salah satu murid DianXy dari generasi kedua itu terlihat berada di belakang
lautan murid yang sedang menunggu pintu besar aula terbuka. Dia terlihat
menghela nafas pelan sembari bersandar pada tubuh besar burung hantunya, Nyx.
Diliriknya
salah satu hewannya yang paling setia itu dan berkata, “Nyx, sepertinya ini
akan memakan waktu yang lebih banyak dari penyambutan kala itu. Lebih baik anda
kembali ke kamar saja.”
Nyx
terlihat tidak peduli dengan perintah Sienna dan tetap memilih berdiri tepat di
sisi tuannya. Gadis pemilik marga Kyrane itu hanya bisa menghela nafas berat
melihat tingkah hewannya, jika sudah begini dia hanya bisa diam.
Tak
berselang lama pintu besar itu terbuka dan para murid diizinkan melangkahkan
kaki mereka memasuki area tersebut.
Puluhan
mata menatap takjub saat masuk ke ruangan itu, tidak terkecuali dengan Sienna.
Tatapannya terlihat kosong namun didalam lubuk terdalamnya dia merasa sangat
kagum.
“Sangat
menakjubkan,” mungkin hanya itu yang bisa dia katakan setelah kakinya melangkah
masuk.
Dilihatnya
sekeliling dan menyadari jika kebanyakan murid sibuk berbincang dengan yang
lainnya sembari menunggu kapten mereka hadir di ruangan itu.
Gadis
itu mulai menjaga jarak dari keramaian yang ada. Mungkin dia masih takut untuk
berinteraksi lebih karena belum mempercayai mereka sepenuhnya.
Banyak
hal yang terjadi di ruangan itu. Hingga dua orang pemuda masuk ke dalam ruangan
tepat setelah pintu terbuka.
Rhino,
sang kapten dari organisasi ini berjalan beriringan dengan pemuda yang Sienna
ingat adalah mentor dari guild Tecno. Jika tidak salah ingat namanya
Kaynell, alien kelinci yang sangat hyperaktif.
Para
murid mulai berbaris rapi tepat disaat kedua pemuda itu datang.
Pembukaan
diawali dengan pidato yang Rhino sampai kan kepada para murid DianXy yang telah
hadir.
Dibalik
keramaian itu pasti ada saja yang berdoa semoga pidato yang disampaikan oleh
sang kapten selesai, tidak lain dengan Sienna dan Regina.
Mereka
terlihat berdiri di belakang dan sesekali berbincang berharap pidato cepat
selesai.
“Setelah
ini sepertinya saya akan langsung tidur saja,” gumam Sienna mengingat dirinya
akhir-akhir kurang tidur.
Pidato
diakhiri dengan hormat kepada para pemimpin yang menjadi penunjuk jalan untuk
para pahlawan.
Sienna
hendak pergi karena merasa seluruh kegiatan telah selesai. Namun intrupsi dari
salah satu mentor wanita dari guild Spy
membuat nya mengurungkan niat awalnya walaupun dia merasa lelah.
“Untuk
seluruh murid silahkan untuk berkeliling melihat lingkungan markas. Tapi
diharapkan untuk kalian agar tidak keluar dari lingkungan markas.”
Tanpa
para mentor suruh Sienna sudah hafal seluruh denah markas melalui koneksi mata
Nyx dengan tab miliknya, tapi Sienna tetap menurut saat mendengar ancaman dari
Luisa.
“Hati-hati!
Jangan sampai tersesat ya!”
“Ingat
kata Luisa, yang melanggar di makan Budi.”
Sienna
yang mendengar saat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan merasa sedikit
ketakutan di balik ekspresi datar dan kosongnya.
Gadis
itu lantas berseru, “Di makan Budi? Walaupun saya tidak pernah melihat
wujudnya, tapi tetap saja saya tidak mau mati bodoh karena melanggar.*
Karena
tidak ingin menguras tenaganya terlalu banyak, Sienna memilih berkeliling
dengan mengendarai Nyx.
Mereka
tidak sepenuhnya berkeliling karena Sienna meminta burung itu membawanya ke
perpustakaan. Mungkin saja dia perlu sedikit informasi tambahan tentang
organisasi nya ini.
♪♪♪
Helaan nafas pelan terdengar di ruangan yang sunyi itu.
Sienna fokus membaca kata demi kata di buku yang dia pegang dan sesekali
melirik tab hologram miliknya untuk melihat sesuatu hal di layar itu.
Sienna meletakkan buku yang dia ambil di tempatnya semula
lalu memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Dia suka berada di perpustakaan ini, tapi jika tujuannya
ketempat ini hanya untuk mengembalikan sesuatu yang hilang itu sama saja
menambah beban fikirannya.
“Kapten, komandan dan para mentor tidak melarang kita untuk
kembali ke asrama bukan? Jika iya lebih baik saya kembali ke asrama saja,”
gumam Sienna cukup pelan.
Dilepaskannya kacamata baca yang dia bawa dan kembali
mengaktifkan visor miliknya. Jaga-jaga jika netra nya bersitatap dengan netra
murid ataupun yang lainnya.
Sienna melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan karena
merasa sangat lelah. Netra nya menatap Nyx yang setia menunggunya tepat di
sebelah pintu perpustakaan.
Dengan langkah panjang gadis itu mendekati burung
kesayangannya. “Nyx, ayo kembali. Sepertinya hari ini saya terlalu memaksakan
diri saya sendiri.”
Nyx yang merasakan kehadiran Sienna lantas berdiri dan
sedikit membungkuk agar sang tuan dapat naik ke atas tubuhnya.
“Ayo Nyx.”
Mendengar arahan sang tuan dengan cepat Nyx lantas terbang
di dalam markas dan mencari jalur yang sepi agar tidak menabrak siapapun agar
cepat sampai ke asrama.
“Sepertinya
saya terlalu fokus pada masa lalu sehingga mengabaikan kehadiran mereka semua.
Haruskah saya sedikit berubah dan menerima kehadiran mereka seperti yang saya
lakukan dahulu?”