Isi Cerita
Atalanta Sienna Kyrane

DianXy, organisasi yang sempat runtuh setelah pertempuran terakhir terjadi. Kini organisasi tersebut telah kembali, dengan versi baru baru yang lebih canggih bersama dengan mentor maupun murid yang lebih banyak dari sebelumnya.

 

Ini kali kedua para murid DianXy mendapatkan perintah untuk berkumpul di aula setelah penyambutan kala itu. Entah apa yang akan mereka lakukan namun beberapa diantaranya terlihat tidak sabar.

 

Sienna, salah satu murid DianXy dari generasi kedua itu terlihat berada di belakang lautan murid yang sedang menunggu pintu besar aula terbuka. Dia terlihat menghela nafas pelan sembari bersandar pada tubuh besar burung hantunya, Nyx.

 

Diliriknya salah satu hewannya yang paling setia itu dan berkata, “Nyx, sepertinya ini akan memakan waktu yang lebih banyak dari penyambutan kala itu. Lebih baik anda kembali ke kamar saja.”

 

Nyx terlihat tidak peduli dengan perintah Sienna dan tetap memilih berdiri tepat di sisi tuannya. Gadis pemilik marga Kyrane itu hanya bisa menghela nafas berat melihat tingkah hewannya, jika sudah begini dia hanya bisa diam.

 

Tak berselang lama pintu besar itu terbuka dan para murid diizinkan melangkahkan kaki mereka memasuki area tersebut.

 

Puluhan mata menatap takjub saat masuk ke ruangan itu, tidak terkecuali dengan Sienna. Tatapannya terlihat kosong namun didalam lubuk terdalamnya dia merasa sangat kagum.

 

“Sangat menakjubkan,” mungkin hanya itu yang bisa dia katakan setelah kakinya melangkah masuk.

 

Dilihatnya sekeliling dan menyadari jika kebanyakan murid sibuk berbincang dengan yang lainnya sembari menunggu kapten mereka hadir di ruangan itu.

 

Gadis itu mulai menjaga jarak dari keramaian yang ada. Mungkin dia masih takut untuk berinteraksi lebih karena belum mempercayai mereka sepenuhnya.

 

Banyak hal yang terjadi di ruangan itu. Hingga dua orang pemuda masuk ke dalam ruangan tepat setelah pintu terbuka.

 

Rhino, sang kapten dari organisasi ini berjalan beriringan dengan pemuda yang Sienna ingat adalah mentor dari guild Tecno. Jika tidak salah ingat namanya Kaynell, alien kelinci yang sangat hyperaktif.

 

Para murid mulai berbaris rapi tepat disaat kedua pemuda itu datang.

 

Pembukaan diawali dengan pidato yang Rhino sampai kan kepada para murid DianXy yang telah hadir.

 

Dibalik keramaian itu pasti ada saja yang berdoa semoga pidato yang disampaikan oleh sang kapten selesai, tidak lain dengan Sienna dan Regina.

 

Mereka terlihat berdiri di belakang dan sesekali berbincang berharap pidato cepat selesai.

 

“Setelah ini sepertinya saya akan langsung tidur saja,” gumam Sienna mengingat dirinya akhir-akhir kurang tidur.

 

Pidato diakhiri dengan hormat kepada para pemimpin yang menjadi penunjuk jalan untuk para pahlawan.

 

Sienna hendak pergi karena merasa seluruh kegiatan telah selesai. Namun intrupsi dari salah satu mentor wanita dari guild Spy membuat nya mengurungkan niat awalnya walaupun dia merasa lelah.

 

“Untuk seluruh murid silahkan untuk berkeliling melihat lingkungan markas. Tapi diharapkan untuk kalian agar tidak keluar dari lingkungan markas.”

 

Tanpa para mentor suruh Sienna sudah hafal seluruh denah markas melalui koneksi mata Nyx dengan tab miliknya, tapi Sienna tetap menurut saat mendengar ancaman dari Luisa.

 

“Hati-hati! Jangan sampai tersesat ya!”

 

“Ingat kata Luisa, yang melanggar di makan Budi.”

 

Sienna yang mendengar saat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan merasa sedikit ketakutan di balik ekspresi datar dan kosongnya.

 

Gadis itu lantas berseru, “Di makan Budi? Walaupun saya tidak pernah melihat wujudnya, tapi tetap saja saya tidak mau mati bodoh karena melanggar.*

 

Karena tidak ingin menguras tenaganya terlalu banyak, Sienna memilih berkeliling dengan mengendarai Nyx.

 

Mereka tidak sepenuhnya berkeliling karena Sienna meminta burung itu membawanya ke perpustakaan. Mungkin saja dia perlu sedikit informasi tambahan tentang organisasi nya ini.

 

♪♪♪

 

Helaan nafas pelan terdengar di ruangan yang sunyi itu. Sienna fokus membaca kata demi kata di buku yang dia pegang dan sesekali melirik tab hologram miliknya untuk melihat sesuatu hal di layar itu.

 

Sienna meletakkan buku yang dia ambil di tempatnya semula lalu memijat pelipisnya yang terasa pusing.

 

Dia suka berada di perpustakaan ini, tapi jika tujuannya ketempat ini hanya untuk mengembalikan sesuatu yang hilang itu sama saja menambah beban fikirannya.

 

“Kapten, komandan dan para mentor tidak melarang kita untuk kembali ke asrama bukan? Jika iya lebih baik saya kembali ke asrama saja,” gumam Sienna cukup pelan.

 

Dilepaskannya kacamata baca yang dia bawa dan kembali mengaktifkan visor miliknya. Jaga-jaga jika netra nya bersitatap dengan netra murid ataupun yang lainnya.

 

Sienna melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan karena merasa sangat lelah. Netra nya menatap Nyx yang setia menunggunya tepat di sebelah pintu perpustakaan.

 

Dengan langkah panjang gadis itu mendekati burung kesayangannya. “Nyx, ayo kembali. Sepertinya hari ini saya terlalu memaksakan diri saya sendiri.”

 

Nyx yang merasakan kehadiran Sienna lantas berdiri dan sedikit membungkuk agar sang tuan dapat naik ke atas tubuhnya.

 

“Ayo Nyx.”

 

Mendengar arahan sang tuan dengan cepat Nyx lantas terbang di dalam markas dan mencari jalur yang sepi agar tidak menabrak siapapun agar cepat sampai ke asrama.

 

“Sepertinya saya terlalu fokus pada masa lalu sehingga mengabaikan kehadiran mereka semua. Haruskah saya sedikit berubah dan menerima kehadiran mereka seperti yang saya lakukan dahulu?”