03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Melelahkan. Itu yang saat ini Aisyah rasakan setelah berlatih bersama ketua pasukan.
"Huah! Capek!"
Aisyah yang jarang sekali bergerak mulai merasakan encok tapi tangannya fokus memperbaiki tulisan di selendangnya yang belum selesai.
Gadis itu melakukannya di kantin karena dia juga lapar.
Kali ini dia sendirian karena saat ingin mengampiri Yosu-siluman rubah yang sudah seperti kakaknya sendiri- sedang asyik di kursi lain bersama yang lain.
Aisyah bisa saja bergabung, tapi dia tak mau mengganggu Yosu yang lagi berusaha berinteraksi dengan yang lain.
"Yosu lagi bareng yang lain ya? Yaudah deh nanti aja Aish perlihatin!"
Selendangnya di kalungkan di leher setelah itu barulah Aisyah memakan makanannya.
"Nyam nyam! Enak banget!" Kata Aisyah yang sangat senang sekali.
Kursi yang satu meja dengan Aisyah semuanya kosong karena yang lainnya sudah duduk masing-masing dengan orang yang dekat dengan mereka.
Jika dia masih Aisyah yang dulu, mungkin dia sudah menangis karena tidak suka sendirian. Tapi setahun ini dia sudah terbiasa jadi ngga akan ada yang namanya sesi tantrum tantruman.
Tatapan Aisyah bertemu dengan Yosu yang membuat pemuda itu sadar kalau Aisyah berada di kantin.
Aisyah lihat Yosu pergi menghampirinya tapi respon Aisyah tidak semangat seperti biasanya.
'Maaf ya Yosu'
\/\/\/\/\/
Cukup lama Aisyah berdiam diri di kantin, bahkan setelah makan pun Aisyah tidak merespon Yosu seperti biasanya.
"YEY JADI!" Kata Aisyah senang melihat jahitan nama sang kakak dan dirinya di selendang.
"NAH! WAKTUNYA KITA LANJUT LATIHAN!"
Perubah mood Aisyah yang sedang parah itu yang buat dia merespon semua ucapan orang-orang dengan respon yang berbeda.
Belum sempat Aisyah berdiri, suara pemberitahuan terdengar.
Pemberitahuan bahwa anggota Dianxy akan melakukan perjalanan resmi ke planet Xeplor membuat Aisyah hampir memekik penuh kesenangan jika dia tidak menahan diri nya.
Dan tiba-tiba dia jadi ingin bertemu dengan Yosu.
Dengan cepat Aisyah keluar dari kantin dan mencari keberadaan siluman rubah kesayangannya itu.
Sosok yang sejak tadi dia cari mulai menampakkan wujudnya yang membuat imajiner telinga kelinci muncul di kepalanya.
Seperti hal nya seekor kelinci, Aisyah melompat-lompat dan tiba-tiba memeluk tubuh setinggi tiang listrik itu dari belakang.
"Boo!"
"Ah! Aish.." ucap Yosu menyadari sosok kelinci jadi-jadian gen 4 itu.
Cengiran khas Aisyah lontarkan dengan mata yang kelihatan berapi-api.
"Yosu Yosu! Kita bakal jalan-jalan ya???"
"Fufu, iya. Kira-kira apa yang harus di bawa ya.."
Baik Aisyah dan Yosu memikirkan apa yang akan mereka bawa saat pergi ke luar planet.
"Oh! Yosu jangan lupa bawa kacamata yang senior kasih! Nanti Yosu susah liat jalan!"
Kepala Aisyah di tepuk dengan lembut.
"Tentu, tenang saja Aish.."
Mood Aisyah benar-benar berantakan yang membuat siapapun akan merasa aneh dengan sifat gadis yang tingginya hanya setara resolusi youtube paling rendah itu.
\/\/\/\/\/
Aisyah buru-buru lari ke kamar asramanya karena dia ingat belum menyiapkan apapun.
Pintu kamarnya terbuka dan Aisyah mulai menyiapkan segala sesuatunya.
"Ukh! Aish harus bawa berapa banyak ini?!" Gumamnya kebingungan.
Dirinya memperhatikan dua bungkusan besar yang berisi sesuatu yang akan dia gunakan selama seminggu ini.
Dia sedang kedatangan tamu bulanan yang membuat mood nya sangat berantakan jadi dia memerlukan benda itu.
"Semoga engga sampai dua bulan deh di sana!"
Dengan berat hati Aisyah memasukkan beberapa benda yang seperti popok bayi atau di sering di sebut 'roti jepang'.
'Hmm.. apa lagi yang harus Aish bawa??'
Aisyah terlihat kebingungan karena dirinya merasa telah membawa semua yang di perlakukan.
"OH! ALAT JAHIT DAN PERKAKAS UNTUK ALAT SENSOR AISH!"
Sekali lagi Aisyah memasukkan kotak berisi barang-barang untuk menjahit. Tak lupa juga Aisyah membawa beberapa perkakas jika saja senjata nya bermasalah.
"ALHAMDULILLAH SELESAI! Sekarang.. MENUNGGU BESOK DAN PERGI JALAN-JALAN!"
Aisyah hanya bisa menantikan esok hari dengan perasaan senang.