03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Pagi tiba, seluruh siswa bangun ketika suara alarm pagi hari telah berdering. Mereka bersiap-siap dan melakukan aktivitas minggu mereka dengan tenang. Sudah seminggu berlalu sejak mereka digempur habis-habisan dengan pelajaran di langit, dilempar ke dalam dungeon dan dipaksa mencari seribu snowiest di salju sebelum malam tiba.
Akhirnya mereka merasakan ketenangan bak anak sekolah yang belajar dan beristirahat. Dari arah kamar Naren yang baru bangun tidur sedang meregangkan badan nya yang pegal. "Pagi dunia" ia melangkahkan diri nya yang masih setengah sadar pergi ke dapur.
"Pagi Naren" ujar saaochi, seperti ia baru saja menyelesaikan sarapan nya.
"Pagi juga kak" jawab ku. Aku mengambil posisi di dekat saaochi dan mulai memakan sarapan ku. "Kak luisa mana? Biasa nya bareng kan?" Tanya ku.
"Owh, dia lagi otw kesini dia" aku hanya mengangguk kan kepala ku mengiyakan, hari ini adalah hari libur kami, tak ada misi untuk para murid jadi kami tak perlu mengawasi mereka. Setelah menyelesaikan sarapan ku, aku beranjak dari tempat ku lalu mulai berjalan jalan di sekitar markas. "Pagi yang sangat indah" Naren tersenyum setelah mengatakan itu.
Tak berapa lama kemudian, Naren mendengar suara ribut para murid yang sedang berkumpul, ada yang berbincang bincang, ada juga yang menggunakan waktu istirahat ini dengan bersantai. Naren hanya menoleh sekilas memastikan mereka tidak ada yang kabur dari markas.
"benar juga. Bonc-- eh, gak gak boleh. Ehem... Nareeen" Naren berhenti lalu menoleh ke arah salah satu murid, murid dari guild Techno, Shu. "Apa? Kau mau bilang aku apa tadi?" Naren mendekati Shu dengan tatapan yang siap kapan saja untuk melayangkan tinju nya.
"tidak ada. Nanti ayang kau marah aku repot. Jadi, apa kau bisa keluar markas?" Tanya nya.
"Iya tidak boleh, kan ketua sudah bilang, kalian tidak boleh main jauh dari markas. Setidaknya GK boelh sampe di tempat mentor susah jangkau. Kami kan juga mau istirahat. Lagian kalo kalian melanggar nakal di makan sama Eira loh" ujar panjang lebar Naren.
Shu mengangguk paham "kalau mentor boleh keluar GK?" Tanya nya lagi.
"Boleh, tapi mager. Kan kami mau istirahat juga, banyak tanya bener, di kasih waktu luang yah pake istirahat lah"
"Galak bener, ya udh deh, makasih infonya Naren " Naren mengangguk lalu meninggalkan nya. Naren kembali ke kegiatan awal Naren yaitu ingin bersantai dan berjalan jalan di sekitaran sini. Angin sepoi-sepoi mengenai wajah ku, pakaian Casual yang Naren pakai juga sangat nyaman, cocok dengan suasana sekarang.
"Semoga aja libur nya sampe besok deh" aku tertawa kecil.
"Aku ngantuk lagi, kembali ke kamar aja deh" Naren berdiri dari tempat nya lalu berjalan kembali ke dalam markas, aneh. Ia tak melihat satu pun murid dimana pun, apakah mereka kembali ke kamar masing masing? Ia tetap melanjutkan perjalanan nya ke arah kamar nya, Ia ingin cepat cepat tidur.
"Oke, sekarang beneran aneh, setidaknya beberapa dari mereka ada yang sedang bolak balik untuk mengambil cemilan" Naren berfikir kemana murid murid semua pergi, namun ini adalah hari libur, lagian kalo mereka semua kabur bakal di tangkap sama Eira kan? Sebuah notifikasi di jam tangan ku masuk, pesan dsri founder. "Kalian dimana?" Ok, sudah di pastikan para murid benar benar tak berada di markas.
Naren menyimak pesan yang ada, di ikuti dengan suara Da-hee yang nyengir, sepertinya mereka semua di bawa kabut sama Da-hee. "Dasar, otw kena marah tuh" melihat Pasan bahwa komandan maula dan ketua Rhino sudah otw kesana, aku tak ambil banyak pusing bergegas ke kamar lalu tidur siang