03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Chapter 01: New Leader
࿓٭—⊰
Setelah mengintruksi para murid baru Luisa
mulai berkeliling untuk memastikan tidak ada yang tersesat, mengingat pertama
kali dia menginjakkan kaki di markas DianXy yang luas ini dia berakhir bermalam
di dalam Perpustakaan.
Lupakan saja itu adalah hal yang
seharusnya tidak di ungkit-ungkit. Dia mulai keluar Aula dan berjalan di lorong
Asrama untuk melihat apakah ada murid yang tersesat di sana, tidak ada.
Setelah dari lorong Asrama dia berjalan
kembali ke Ruang Latihan, dari kejauhan dia melihat Saaochi yang sedang
mengendap-endap dari belakang salah satu murid.
"Saaochi? Kamu sedang melakukan
apa?" Tanya Luisa setelah berada tepat di samping Saaochi.
"GYAAA HANTU—?!" Teriak Saaochi
yang terkejut dengan kedatangan Luisa yang tidak bisa dia rasakan
keberadaannya, setelah itu dia langsung menutup mulutnya dan berdehem.
"Tidak ada hantu di pagi menjelang
siang, Saaochi..." ucap Luisa, berbalik menatap murid yang berada di
depannya. "Aoi Tsukiakari dari Guild Vanguard, benar?" Tanya Luisa
kepada murid dengan rambut berwarna emas dan manik hijau cerah.
"Benar Kak!" Jawab Aoi sambil
tersenyum sambil menampilkan taring miliknya yang putih. "Em... Aoi ingin
bertanya. Battle Room letaknya di sebelah mana ya?" Tanyanya sambil
memilin rok miliknya dan menatap Luisa dengan muka yang polos.
"Kebetulan aku akan pergi ke sana
setelah dari sini. Saaochi ingin ikut?" Jawab Luisa kepada Aoi lalu
menoleh ke arah Saaochi dan menawarkannya untuk ikut bersamanya dan Aoi.
Saaochi mengangguk meng-iyakan ajakan
Luisa. Mereka bertiga pun mulai berjalan ke arah Battle Room bersama-sama.
Di tengah perjalanan Saaochi menyelutuk
memecahkan keheningan diantara mereka bertiga, "Ini adalah pot bunga
dimana Luisa tersangkut setelah Battle melawanku." Ucapnya sambil menunjuk
ke arah pot bunga yang berada tidak jauh dari tempat mereka berjalan.
"Dan kamu masuk ke dalam selokan di
bawahnya karena terlalu banyak menertawakanku sampai akhirnya tersandung ke
dalam situ." Balas Luisa sambil menunjuk Laut yang dia sebut selokan,
"Untung Saaochi tidak di makan oleh Budi." Lanjutnya sambil terkekeh
kecil.
"Hahaha itu lucu mengingat kamu bisa
masuk ke dalam pot bunga~" Ejek Saaochi sambil tertawa dengan nada sarkas
yang mengganggu.
"Benarkah? Bagaimana bisa muat?"
Tanya Aoi dengan penasaran sambil melihat ke arah Saaochi dengan pandangan yang
sedikit berbinar.
"Itu tidak muat sama sekali! Badanku
sakit dan tulangku patah sampai harus di rawat di UKS selama 3 hari.
Benar-benar pengalaman yang membuatku ingin berteriak dengan frustasi!"
Luisa menyahut dengan sedikit tekanan dan juga bentakan pada beberapa kata.
Tidak heran, karena kejadian itu dia harus di paksa untuk tetap menegakkan
pinggangnya.
Aoi hanya tertawa canggung setelah
mendengar sahutan Luisa yang terdengar menyedihkan.
"Kalau begitu Aoi lanjut berkeliling
ya, terima kasih karena sudah mengantarkan Aoi ke sini." Ucap Aoi sambil
sedikit membungkukkan badannya ke arah Luisa dan Saaochi.
"Sama-sama, hati-hati saat berjalan
ya~" Sahut Luisa sambil tersenyum dan mengelus kepala Aoi.
"Hati-hati ya~" Sambung Saaochi
sambil menyeringai.
Setelah itu mereka berdua, Luisa dan
Saaochi kembali melanjutkan berkeliling. Mereka berdua memutuskan untuk
berkeliling bersama, tentu saja itu mereka lakukan untuk menghilangkan rasa
bosan yang mereka dapatkan saat berkeliling sendirian.
Mulai dari Laboratorium, Perpustakaan,
Ruang Informasi dan Misi, Ruang Kesehatan, dan yang terakhir Penjara. Luisa
yang awalnya terlihat sudah kelelahan karena terlalu banyak berjalan kembali
bersemangat setelah melihat ruang Penjara yang entah kenapa terlihat sangat
keren dimatanya, bahkan setelah berkali-kali berkunjung di tempat itu Luisa
tetap tidak bisa menghilangkan rasa kagumnya dengan desain Penjara yang berada
di markas DianXy.
"Kamu terlihat sangat bersemangat,
Luisa." Ucap Saaochi saat melihat Luisa yang awalnya terlihat sangat suram
menjadi menyilaukan seperti ada bintang menari-nari di sekitarnya.
"Tentu saja! Penjara adalah tempat
yang paling ku suka setelah Laboratorium." Sahut Luisa sambil mulai
berjalan kesana-kemari dengan aura yang berkilauan.
"Hah... aku tidak habis pikir dengan
otaknya," ucap Saaochi yang ber-sweetdrop dengan tingkah Luisa yang
menurutnya terkadang bisa di luar nalar.
Saaochi dengan tenang mengikuti Luisa yang
sedang menatap sel-sel kosong dengan pandangan berbinar, kenapa sekarang dia
malah terlihat seperti seorang kakak yang menjaga adiknya saat sedang study
tour? Lupakan. Dia melirik jam yang berada tidak jauh dari tempat itu, sudah
lama sejak terakhir kali mereka bertemu di Ruang Latihan sepertinya para murid
juga sudah kembali.
"Saaochi jangan melamun, ayo cepat
keluar. Kita perlu kembali untuk melihat apakah ada yang tersesat atau
tidak," ucapan Luisa memecahkan lamunan Saaochi, sepertinya dia
benar-benar berpikir kalau dia sedang menjadi seorang kakak yang menjaga
adiknya sampai-sampai tidak menyadari kalau Luisa sudah berada di dekat pintu
keluar Penjara.
"Tunggu aku!" Sahut Saaochi
sambil berlari kecil ke arah Luisa.
Luisa tersenyum senang, mereka berdua
berjalan dengan Luisa yang mengoceh tentang makhluk-makhluk yang dia harapkan
bisa masuk ke dalam Penjara sesekali Saaochi menimpali dengan menambahkan
ide-ide yang telintas di otaknya.
Tentu saja pembicaraan mereka merambat
sampai-sampai yang mendengarnya mungkin tidak akan paham apa yang sebenarnya
mereka bahas dan itu bertahan sampai mereka di depan pintu kamar masing-masing.
࿓٭—⊰
Tamat.