Isi Cerita
Luisa Arcadia

Chapter 01: New Leader

࿓٭

     Setelah mengintruksi para murid baru Luisa mulai berkeliling untuk memastikan tidak ada yang tersesat, mengingat pertama kali dia menginjakkan kaki di markas DianXy yang luas ini dia berakhir bermalam di dalam Perpustakaan.

     Lupakan saja itu adalah hal yang seharusnya tidak di ungkit-ungkit. Dia mulai keluar Aula dan berjalan di lorong Asrama untuk melihat apakah ada murid yang tersesat di sana, tidak ada.

     Setelah dari lorong Asrama dia berjalan kembali ke Ruang Latihan, dari kejauhan dia melihat Saaochi yang sedang mengendap-endap dari belakang salah satu murid.

     "Saaochi? Kamu sedang melakukan apa?" Tanya Luisa setelah berada tepat di samping Saaochi.

     "GYAAA HANTU—?!" Teriak Saaochi yang terkejut dengan kedatangan Luisa yang tidak bisa dia rasakan keberadaannya, setelah itu dia langsung menutup mulutnya dan berdehem.

     "Tidak ada hantu di pagi menjelang siang, Saaochi..." ucap Luisa, berbalik menatap murid yang berada di depannya. "Aoi Tsukiakari dari Guild Vanguard, benar?" Tanya Luisa kepada murid dengan rambut berwarna emas dan manik hijau cerah.

     "Benar Kak!" Jawab Aoi sambil tersenyum sambil menampilkan taring miliknya yang putih. "Em... Aoi ingin bertanya. Battle Room letaknya di sebelah mana ya?" Tanyanya sambil memilin rok miliknya dan menatap Luisa dengan muka yang polos.

     "Kebetulan aku akan pergi ke sana setelah dari sini. Saaochi ingin ikut?" Jawab Luisa kepada Aoi lalu menoleh ke arah Saaochi dan menawarkannya untuk ikut bersamanya dan Aoi.

     Saaochi mengangguk meng-iyakan ajakan Luisa. Mereka bertiga pun mulai berjalan ke arah Battle Room bersama-sama.

     Di tengah perjalanan Saaochi menyelutuk memecahkan keheningan diantara mereka bertiga, "Ini adalah pot bunga dimana Luisa tersangkut setelah Battle melawanku." Ucapnya sambil menunjuk ke arah pot bunga yang berada tidak jauh dari tempat mereka berjalan.

     "Dan kamu masuk ke dalam selokan di bawahnya karena terlalu banyak menertawakanku sampai akhirnya tersandung ke dalam situ." Balas Luisa sambil menunjuk Laut yang dia sebut selokan, "Untung Saaochi tidak di makan oleh Budi." Lanjutnya sambil terkekeh kecil.

     "Hahaha itu lucu mengingat kamu bisa masuk ke dalam pot bunga~" Ejek Saaochi sambil tertawa dengan nada sarkas yang mengganggu.

     "Benarkah? Bagaimana bisa muat?" Tanya Aoi dengan penasaran sambil melihat ke arah Saaochi dengan pandangan yang sedikit berbinar.

     "Itu tidak muat sama sekali! Badanku sakit dan tulangku patah sampai harus di rawat di UKS selama 3 hari. Benar-benar pengalaman yang membuatku ingin berteriak dengan frustasi!" Luisa menyahut dengan sedikit tekanan dan juga bentakan pada beberapa kata. Tidak heran, karena kejadian itu dia harus di paksa untuk tetap menegakkan pinggangnya.

     Aoi hanya tertawa canggung setelah mendengar sahutan Luisa yang terdengar menyedihkan.

     "Kalau begitu Aoi lanjut berkeliling ya, terima kasih karena sudah mengantarkan Aoi ke sini." Ucap Aoi sambil sedikit membungkukkan badannya ke arah Luisa dan Saaochi.

     "Sama-sama, hati-hati saat berjalan ya~" Sahut Luisa sambil tersenyum dan mengelus kepala Aoi.

     "Hati-hati ya~" Sambung Saaochi sambil menyeringai.

     Setelah itu mereka berdua, Luisa dan Saaochi kembali melanjutkan berkeliling. Mereka berdua memutuskan untuk berkeliling bersama, tentu saja itu mereka lakukan untuk menghilangkan rasa bosan yang mereka dapatkan saat berkeliling sendirian.

     Mulai dari Laboratorium, Perpustakaan, Ruang Informasi dan Misi, Ruang Kesehatan, dan yang terakhir Penjara. Luisa yang awalnya terlihat sudah kelelahan karena terlalu banyak berjalan kembali bersemangat setelah melihat ruang Penjara yang entah kenapa terlihat sangat keren dimatanya, bahkan setelah berkali-kali berkunjung di tempat itu Luisa tetap tidak bisa menghilangkan rasa kagumnya dengan desain Penjara yang berada di markas DianXy.

     "Kamu terlihat sangat bersemangat, Luisa." Ucap Saaochi saat melihat Luisa yang awalnya terlihat sangat suram menjadi menyilaukan seperti ada bintang menari-nari di sekitarnya.

     "Tentu saja! Penjara adalah tempat yang paling ku suka setelah Laboratorium." Sahut Luisa sambil mulai berjalan kesana-kemari dengan aura yang berkilauan.

     "Hah... aku tidak habis pikir dengan otaknya," ucap Saaochi yang ber-sweetdrop dengan tingkah Luisa yang menurutnya terkadang bisa di luar nalar.

     Saaochi dengan tenang mengikuti Luisa yang sedang menatap sel-sel kosong dengan pandangan berbinar, kenapa sekarang dia malah terlihat seperti seorang kakak yang menjaga adiknya saat sedang study tour? Lupakan. Dia melirik jam yang berada tidak jauh dari tempat itu, sudah lama sejak terakhir kali mereka bertemu di Ruang Latihan sepertinya para murid juga sudah kembali.

     "Saaochi jangan melamun, ayo cepat keluar. Kita perlu kembali untuk melihat apakah ada yang tersesat atau tidak," ucapan Luisa memecahkan lamunan Saaochi, sepertinya dia benar-benar berpikir kalau dia sedang menjadi seorang kakak yang menjaga adiknya sampai-sampai tidak menyadari kalau Luisa sudah berada di dekat pintu keluar Penjara.

     "Tunggu aku!" Sahut Saaochi sambil berlari kecil ke arah Luisa.

     Luisa tersenyum senang, mereka berdua berjalan dengan Luisa yang mengoceh tentang makhluk-makhluk yang dia harapkan bisa masuk ke dalam Penjara sesekali Saaochi menimpali dengan menambahkan ide-ide yang telintas di otaknya.

     Tentu saja pembicaraan mereka merambat sampai-sampai yang mendengarnya mungkin tidak akan paham apa yang sebenarnya mereka bahas dan itu bertahan sampai mereka di depan pintu kamar masing-masing.

࿓٭

Tamat.