03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Siang hari yang cerah di planet mursa, para murid di kumpulkan di lapangan terbuka dengan memakai seragam latihan. Mereka semua kami ajak untuk melakukan sebuah permainan agar bisa menjaga mental dan kewarasan mereka.
"Baik semuanya, apakah semua nya sudah hadir?" Aku memperhatikan mereka satu demi satu yang mengangkat tangan sembari mengatakan hadir.
Aku melirik ke arah kak luisa yang sedang merenung "baik, yang tua menjelaskan" aku menyeretnya ke depan untuk menjelaskan permainan puzzle ini. "Bukan nya Bastian yang paling tua disini?" Ia sedikit memiringkan kepala nya."ya udh deh, lempar ke om Bastian aja"
Bastian yang mendengar itu menatap dengan malas ke arah ku "Apapun itu.. Kalau begitu aku akan menjelaskan tentang permainan nya."
Ia mulai menjelaskan cara bermain puzzle ini "Pertama-tama, semua nya akan mendapatkan sebuah kepingan puzzle. Kalian tidak di perbolehkan untuk memberi tahu puzzle apa yang kalian dapat kan. Setelah itu tugas kalian adalah menebak puzzle milik mentor yang sama dengan puzzle milik kalian sendiri."
Beberapa murid memahami cara main nya beberapa yang lain nya pula masih bingung dengan cara nya, namun ia mereka tetap mengangguk dalam penjelasannya yang di berikan Bastian tadi. "Baik, semuanya sudah paham kan??? Nah, mari kita mulai permainan nya!!" Aku berseru riang melihat mereka mulai mencari potongan puzzle mereka.
"Bagaimana clue dari mentor naren?" Fadeyka, salah satu murid yang berasal dari guild spy.
"Clue ku? Clue ku itu fantasi, ayook kalian udh bisa nebak belum?" Aku memperhatikan mereka mulai menanyai mentor yang lain "naren, bagaimana cara menjawabnya??" Tanya Regina, murid dari guild Vanguard.
"Nanti di akhir kita akan melakukan voting, kalian akan memilih mentor yang kalian rasa puzzle kalian cocok dengan clue salah satu mentor" ujarku.
Mereka semua kini mulai mencari satu sama lain ketika sudah mengerti, karena kami merasa mereka kesulitan, kami membiarkan mereka untuk memperlihatkan potongan puzzle satu sama lain. Beberapa sudah membuat kelompok, ada juga yang masih bingung potongan nya mirip dengan siapa.
Beberapa menit berlalu, waktu diskusi pun telah habis "teng teng teng!!! Waktu telah habis!!! Saat nya kalian untuk voting!!!" Aku berseru melihat mereka mulai yakin dengan pilihan mereka. Ada beberapa anggota yang tidak datang sehingga membuat Bastian berdiri sendiri di tengah.
Setelah mereka semua memilih mentor yang di rasa benar, mereka mulai menyusun potong puzzle masing masing. "Selamat untuk yang menjawab dengan benar!!! Hahahaha!! Kasian mentor Bastian GK ada yang milih, penting nya jangan terlalu pro dalam sebuah game yah!!" Aku tertawa mengejek di ikuti dengan ejekan kak saaochi juga di samping ku.
Mereka semua saling berbincang satu sama lain, aku duduk di dekat regina yang sedang bersandar. Tiba tiba saja suasana nya menjadi tegang, hawa mulai mendingin menusuk kulit ku. Kami semua melihat pak Rhino yang sedang keluar tergesa gess dari markas, di susul oleh komandan maula di belakang nya.
Tanpa waspada tiba tiba saja sebuah tembakan es hampir mengenai pak Rhino, pak Rhino lalu terpental akibat serangan tiba tiba itu. Komandan maula secara cepat menghampiri nya, belum sempat menoleh tempat itu memasukin musim dingin dan membekukan semua yang ada di disitu, termasuk para murid.
"Apa yang terjadi... Kenapa tiba tiba membeku?" Aku menatap sekitar, melihat regina yang tak jauh dari ku, beberapa di antara para murid mulai melepaskan diri dari cengkraman es ini. Aku terdiam kedinginan, tidak ada yang bisa ku lakukan karena dingin adalah kelemahan ku.
"Tenang kak, aku sedang berusaha melelehkan es mu" Qixuan berada di belakang ku secara tiba tiba dan membantu ku melepaskan diri dari cengkraman es ini. Setelah terbebas ia langsung berlari membantu murid yang lain "terimakasih" memeluk diri sendiri sembari menatap sekitar.
Aku melihat ke arah Bastian yang turun secara perlahan "enak banget yah GK kejebak, bantuin yang lain om" cibir ku. Ia memegang ujung baju ku lalu menyerap semua air nya membuat pakaian ku kering dan tak terlalu dingin.
Aku berlari membantu murid yang lain untuk membebaskan mereka.
Regina mendekat ke arah ku setelah terbebas dari cengkraman es itu "apa yang sebenarnya terjadi?" Ia mengeluarkan kunai untuk jaga jaga jika ada penyerangan kedua, aku tetap berada di posisi ku, memeluk diri sendiri karena kedinginan "aku kurang tau... Seharusnya sekarang belum masuk musim dingin, walaupun musim dingin tidak ada se ekstrim ini"
"Saya tahan dingin, jadi.." regina mulai memelukku untuk meredakan rasa dingin ini, sebuah pelukan hangat. "Awww, kah memelukku? Terimakasih"
Pak Rhino mengarahkan kami untuk masuk ke dalam markas, sebelum semua berhasil masuk seseorang dengan suara yang tak familiar memecahkan konsentrasi kami "Rhino..."
Tubuh kami semua kembali kaku karena suara asing itu, kini orang itu telah berada di hadapan pak Rhino. “Permainan apa yang telah kalian buat di planet ini?”
Para murid langsung melihat ke arah mentor-mentornya. Sementara mentor mereka hanya cengengesan. Tetapi tentu saja bukan permainan mereka yang dimaksud Priet. Priet lalu mencengkeram kerah baju Rhino dan membuat dindang pembatas sebelum komandan maula mendekati mereka....
TBC.