03.2601.2102 ET 11th ET # 26859 Mursa, A 2469-6386
Setelah kejadian di gua dungeon, kami pulang dengan selamat membopong beberapa murid yang kewalahan bergerak. Saat telah sampai di uks, tak terbilang sedikit ang mendapatkan luka berat. "Banyak juga yah yang tepar, tolong tunggu yah. Kalian pasti akan di obati satu persatu" ujar ku menenangkan mereka.
"Aduh, encok, GK kuat lagi," rengekan dari salah satu murid gen 3 menarik perhatian ku. "Sini sini, kamu saya bantuin ke UKS yah" dengan cekatan, aku membawa nya perlahan masuk ke ruang uks. Saat telah sampai di depan kasur, ia tiba tiba saja merubah diri nya menjadi seekor komodo "aishh, aik cepat, GK usah merengek"
"GK kuat lagi!! Gendong dong" rengek nya, aku dengan pasrah mencoba mengangkat nya lalu membaringkan nya ke atas ranjang UKS. "Ada yang sakit kah?? Tunggu pak dokter nya yah"
Ia kembali merengek mengatakan kalau yang sakit adalah hari nya, aku menatap nya datar lalu atensi ku teralihkan ke arah ardolf yah pingsan. Belum ada yang mengangkat nya naik ke ranjang, semua pada sibuk dengan urusan masing masing. Aku melirik ke arah kayn yang sedang tak melakukan apapun "kayn, bantu seret ardolf sana, kasian anak nya pingsan blum ada yang bantuin"
"Kayn mana kuat lah" ujar nya.
Aku merotasikan mata ku "kalau begitu bantu aku seret dia kalau begitu, ardolf ini di seret pake tenaga monster pun GK bisa narik nya"
"Kayn mau ambil minum dulu, dadah!" Kemudian ia pergi begitu saja, dasar pemalas, padahal aku cuman minta tolong. Tak berselang lama, kak Saaochi dan juga kak Luisa datang membopong ardolf naik ke atas kasur. Kini atensi ku teralihkan ke arah regina, salah murid dari guild ku yang berhasil menusuk jantung monster unknown itu. "Regi, kamu ada yang terluka??" Tanya ku.
Ia melihat badan sendiri lalu menggeleng kan kepala nya "tidak... Tidak ada" nada nya seakan akan menutupi sesuatu. "Bener yah, jangan bohong."
"Serius kok, ini hanya luka kecil" aku melihat ekspresi wajah nya yang sepertinya sedang menutupi sesuatu. Aku mengangguk mengerti lalu pergi menolong yang lain.
Aku melihat Fadeyka mengeluarkan minuman keras dari topi sulap nya "hei, itu di larang disini tau, kemarikan minuman itu!" Aku mendekat ke arah nya lalu meminta minuman itu agar ku sita. Fadeyka lalu berjongkok menyetarakan tinggi ke arah telinga ku lalu berbisik "bukan nya aku tidak bisa mengeluarkan ini lagi" setelah mengatakan itu ia pasrah lalu membiarkan ku menyita nya.
"Lalu, aku minum apa?" Tanya nya.
"Pake nanya, minum air putih, minum obat lah. Kenapa malah minum minuman keras coba, aku sita." Ucap ku tegas. "Aku kan sudah cukup umur" smirk, lalu kembali mengeluarkan satu botol minuman keras lagi dari balik topi nya. Aku kembali merampas botol minum nya lalu mengancamnya "apalah, tetap GK boleh Fadeyka, nanti kamu ku laporin kak pak rhoni yah!!"
Kayn yang melihat ku memegang 2 botol sitaan Fadeyka lalu bertanya "emang nya itu apa, Nana?" Tanya nya.
"Tidak boleh tau, anak polos GK di ajak" ujar ku kepada nya. Kayn yang tak terima langsung membalas perkataan ku "apa ya!? Kamu juga masih bocil, pendek!"ledek nya. Aku kembali memlas ledekan nya "hei!!! Kau tidak boleh mengejek perempuan yahh, ku pukul kamu! Ku laporin ke pak rhoni kalau kau mengejek ku!!" Kesal ku.
"Ngaduan, GK seru wuu!!! Memberi dislek" katanya sembari memberi jempol terbalik.
"Ku Jambak juga kamu yah!!" Botol minum itu kini sudah tak berada di genggaman ku melainkan ku turun kan ke dekat kaki ku, aku reflek nunjuk nunjuk ke arah muka kayn karena emosi. Fadeyka mendekati "anu... Kalo naren mau coba aku GK bakal cepuin kok"
"Aku anak baik baikk, kata pak rhoni itu minuman GK baik yahh, harammmm" ujar ku.
"Kayn pake topi wleeee" Kayn memegang kepala nya lalu menjulurkan lidah mengejek nya.
"Aku benar benar akan menjambak ku kayn!!!" Emosi ku memuncak mendengar ledekan nya, Gedeg ingin menarik rambut nya. "wuuu tak takut pun!" Kayn mengatakan nya dengan nada mengejek lalu bersedikap dada. Aku secara reflek langsung menarik topi nya agar bisa ku Jambak, sebelum terjadi nya pertengkaran Fadeyka yang berada tak jauh dari tempat kami, memisahkan kami agar tak terjadi perkelahian.
Setelah membantu mengobati, para murid yang tak terluka parah kembali ke kamar mereka dan yang terluka parah masih menetap di uks.