Isi Cerita
Aideen De Elio

Sebuah portal berwarna ungu gelap muncul di depan gedung DianXy lalu tak lama kemudian keluar lah sekumpulan murid murid dengan kondisi terluka parah dan bahkan ada murid yang tidak terluka, ntah apa yang di lakukan murid itu hingga tidak terluka sama sekali

 

Aku berjalan keluar dari portal walaupun sedikit  sempoyongan sambil menggendong faa yang tengah tak sadarkan diri, pandangan ku menggelap tetapi aku masih bisa menjaga kesadaran ku, beruntungnya sejauh ini aku merasakan mata ku kembali menjadi warna biru dan bukan merah, aku tidak ingin yang lain melihat ku dengan mata mengerikan ini, bisa bisa mereka terkena efek paralyzed ku jika menatap mata merah ku

 

Aku melirik kesana kemari, melihat teman-.. Kenalan ku yang juga terluka parah bahkan sampai tidak sanggup berjalan hingga netra ku menemukan sesosok yang ku kenal dan paling ku hormati, aku sedikit membungkuk hormat saat melihat nya

 

Perlahan semua yang terluka dibawa ke uks untuk menerima perawatan segera hingga ada beberapa yang di bawa menggunakan tandu karena sulit berjalan

 

Kaki ku melangkah menuju ruang uks sembari melamun, pandangan ku semakin menggelap, genggaman tangan ku pada faa semakin mengerat karena tubuh nya yang perlahan mendingin. Sungguh aku meminta maaf karena telah memaksa mu untuk menggabungkan kekuatan ini faa, tolong untuk jangan pergi dari sisi ku lagi seperti yang lain

 

Hingga terdengar suara yang ku kenal membuyarkan lamunan ku “gak baik ngelamun aideen, nanti ga sengaja ketabrak tembok” Ujar shou

 

“Ah… maaf” lagi pula apa yang dia bicarakan ada benar nya, tidak baik melamun sambil berjalan tapi ketika aku melihat wajah shou ntah kenapa aku tidak bisa melihat dengan jelas

 

“Saya ijin bantu kamu” mendengar itu aku mengangguk pelan lalu Shou membantu ku untuk berjalan menuju uks

 

Sementara itu aku menatap faa yang tak sadarkan diri di dekapan ku dengan tatapan sendu, nafas ku semakin berat, paru paru ku terasa semakin sakit karna beberapa tulang rusuk yang patah, mungkin ada sedikit tulang rusuk ku yang bergeser hingga menusuk paru-paru ku, darah berceceran di mana-mana,mungkin saat ini kondisi ku hampir kekurangan darah namun aku berusaha menutupi nya dengan wajah datar ku

 

Langkah ku terhenti lagi ketika mendengar suara alice “kak ai? Kakak kenapa?” Aku melirik kearahnya sambil tersenyum, sayang sekali aku tak bisa melihat wajahnya

 

“Ngomong-ngomong apakah disini ada yang bisa menyembuhkan hewan?” Tanya ku untuk mengalihkan topik pembicaraan

 

“Mungkin dokter bisa, ayo dibawa ke tandu” Ucap alice

 

aku masih tersenyum lalu menggeleng pelan “begitu ya.. Tapi aku masih bisa berjalan jadi tidak memerlukan tandu” Ucap ku dengan penuh keyakinan

 

“baik kak, Hati-hati ya kak, semoga Faa nya cepat sembuh” ucap alice sambil tersenyum lalu pergi

 

Samar-samar melihat alice yang pergi dari hadapan ku, aku kembali melangkah menuju uks walaupun rasa nya seluruh tubuh seperti hancur

 

Tak lama berjalan aku memasuki ruang uks karena disana terdengar ramai aku pun memutuskan untuk memejamkan mata ku, aku tidak tahu kapan demon demon eyes itu akan kembali, aku juga tidak bisa mengontrol nya saat ini jadi lebih baik aku mengandalkan pendengaran ku untuk saat ini

 

Aku merebahkan faa terlebih dahulu lalu didusul oleh ku yang merebahkan tubuhku di atas ranjang uks, aku menghela nafas panjang merasakan seluruh rasa sakit ini

 

Mata ku hampir tidak bisa melihat karena efek samping dari eugene paralyzed sekaligus menggabungkan paralyzed dan freezing, rasa ya otak ku hampir pecah karna efek samping ini, beberapa tulang ku patah, bahkan tubuhku hampir tidak bisa di gerakan sepenuhnya

 

“kak, perlu panggil dokter?” Lagi, suara alice terdengar dan menawari ku sebuah bantuan

 

“Hmm… ga usah.. nanti juga sembuh sendiri..” ucap ku dengan nada pelan dan serak karna kesusahan dalam mengambil nafas

 

“Baiklah”

 

Mendengar itu aku tersenyum tipis namun semakin lama wajah ku semakin pucat, nafas ku juga semakin terasa sesak, aku memilih untuk diam mengabaikan semua gejala itu dan beristirahat

 

Namun di lain sisi aku merasakan firasat buruk, semoga saja alice tidak memanggilkan dokter untuk ku namun kemudian samar-samar aku mendengar suara alice yang mengadu pada seseorang, anak itu benar-benar membuat ku geleng-geleng kepala

 

Sementara itu, ternyata tanpa ku sadari mata ku meneteskan darah, aku menutupinya dengan lengan ku agar tidak di ketahui oleh orang lain, pasti kali ini warna mata ku kembali menjadi merah. Ah, aku benci eyes demon ini.

 

Saat aku tengah menutupi mata ku tiba-tiba aku mendengar langkah kaki seseorang mendekat “aduh, kamu tidak apa-apa? Bagaimana bisa separah ini?” ucap seorang wanita lalu mengarahkan tangan nya ke kepala ku kemudian aku mendengar sebuah rapalan mantra

 

Perlahan tubuh ku kembali pulih namun seperti nya luka dalam ku belum pulih terutama pada pengelihatan, masih dengan memejamkan mata, aku membalas perkataan nya “ah.. Siapa? Aku tidak bisa melihat mu dengan jelas tapi Terima kasih” aku hanya bisa tersenyum tipis kearah nya “lagipula wajar jika terluka parah saat bertarung”

 

Kemudian aku merasakan ada yang memegang pundak ku oleh seseorang “untuk apa kamu berdiam-diam? Saya datang kesini untuk membantu” ucap seorang laki-laki lalu berdoa, seketika cahaya menyelimuti tubuh ku dan saat itu juga tubuh ku terasa ringan dan aku merasa semua luka dalam maupun luar sudah sembuh namun tidak dengan pengelihatan ku, masih sama seperti sebelumnya aku tidak bisa melihat, kurasa ini kebutaan sementara karna telah menggunakan Eugene melewati batas dan penggabungan dua Eugene yang berbeda

 

Aku terdiam sejenak lalu bergumam “karna aku tidak ingin merepotkan orang lain” Yah, itulah yang selalu ku lakukan selama ini, aku tidak suka jika aku merepotkan atau menyusah kan orang lain, aku sudah terbiasa melakukan semua nya sendiri jadi sedikit aneh rasa nya jika mengandalkan orang lain

 

Kemudian laki-laki itu membalas “Haha.. kau tidak perlu khawatir soal ini. Kalau pun kau mati disini, ketua akan menghidupkanmu lagi.”

 

“Begitu..ya…” Mendengar itu aku hanya bisa terdiam, tak bisa berkata kata karena ini baru pertama kali aku mendengar ada yang bisa menghidupkan seseorang yang telah tiada lagi

 

Aku menoleh ke arah wanita yang menyembuhkan ku pertama kali tadi “oh ya, apa kau bisa mengobati hewan?” Tanya ku

 

Kemudian dijawab oleh nya “iya, aku bisa mengobatinya, apa ada hewan yang terluka” aku pun menunjuk ke arah faa yang masih terbaring lemas di samping ku, kemudian dia kembali merapalkan mantra untuk menyembuhkan faa

 

Syukurlah dengan begini aku merasa lega setidaknya faa sudah baik baik saja saat ini, kemudian aku tak lupa mengucapkan Terima kasih kepada kedua orang yang telah menyembuhkan luka ku sebelum aku memutuskan untuk kembali ke asrama

 

Setelah kembali ke asrama aku membaringkan faa di tepian kasur lalu disusul oleh ku yang duduk sambil menghadap ke arah cermin, perlahan aku membuka mata ku melihat diri ku di pantulan cermin

 

Tangan ku terangkat memegang dahi ku lalu aku merasakan sebuah benjolan kecil, sangat kecil dan tajam, sudah di pastikan bahwa ini adalah tanduk “kupikir gen manusia ku lebih kuat ternyata aku salah…yah, aku tidak menyangka akan berubah seperti ini, padahal dulu tidak ada tanda tanda ada nya gen demon dalam tubuh ku” Gumam ku sambil menatap diri ku di pantulan cermin, mata yang berwarna merah dengan garis vertikal

 

“Aku benci mata ini namun disisi lain.. Aku menyayangi dan merindukan beliau” ingatan masa lalu terlintas di pikiran ku membuat ku kembali menyesali perbuatan yang ku perbuat dahulu

 

Aku membaringkan tubuh ku ke kasur, meringkuk menghadap kearah faa sambil tersenyum getir, tangan ku terulur mengelus mahkluk putih yang tengah tertidur ini. “Seandainya saja pemilik asli mu berasa disini sekarang.. kau pasti tidak akan tertidur lama sekarang” Ya, faa akan tertidur cukup lama mulai sekarang, tidur untuk mengembalikan energi nya dan menghemat Eugene peninggalan sang putri kerajaan, dan tidak tahu kapan ia akan terbangun kembali

 

“Seperti nya untuk sementara aku tidak akan berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sini kalau pun iya, aku akan menggunakan penutup mata” Gumam ku menatap faa yang tertidur, rasa nya aku seperti melihat adik ku, memiliki bulu dan rambut yang berwarna sama yaitu putih hanya saja yang ku lihat saat ini versi hewan nya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

‧͙⁺˚*༓☾ 𝙰𝚒𝚍𝚎𝚎𝚗 𝙳𝚎 𝙴𝚕𝚒𝚘 𝙴𝚗𝚍☽༓*˚⁺‧͙