Geist

Geist

Geist atau Kapten Geist merupakan seorang kapten dari semua pesawat angkasa DianXy. Awalnya dia seorang villain yang menjadi buronan semua orang. Namun ketika bertemu dengan Maula, dia memilih untuk mengikutinya dan beralih pihak ke DianXy. Janjinya adalah akan melakukan apapun yang Maula katakan selagi menurutnya setuju.

Biodata
Pemilik NPC : Maula Syndulla
“Hah… hah…”

Pria bersurai ungu gelap dengan kedua kelopaknya berwarna kuning lari terengah – engah didalam hutan. Mata kanannya bercucuran darah dan mau tidak mau dia menutupnya sambil berlari sekencang – kencangnya, disisi lain dirinya juga sambil membawa senjata khasnya yaitu sabit besar atau scythe.

Ketika dirinya sedang berlari, secara tidak sengaja dirinya menabrak seseorang yang berlari dari samping kiri sehingga membuat keduanya terjatuh ke tanah.

“Ahk…!”

Tatapannya langsung tertuju kepada sosok wanita bersurai merah, mata satunya lagi membulat ketika melihatnya. Bukan karena pesona melainkan baju yang wanita itu pakai. Jika diperhatikan, dia tahu arti dari orang yang memakai baju ini. Ya, anggota DianXy.

Rumor yang ia dengar tentang DianXy yang bangkit kembali itu ternyata benar, karena rumor itu benar, sehingga dia ditugaskan untuk menghancurkan DianXy karena dirinya mengikuti seorang villain atau penjahat namun sekarang dia malah dijadikan buronan oleh yang awalnya rekan tetapi mengkhianatinya. Selain itu juga, master yang dia ikuti sudah tiada sekaligus dirinya pengemudi pesawat angkasa yang handal.

“Kau…”

Tatapan wanita bersurai merah itu menatap kepadanya dan terkejut. “Ya ampun, apa kamu baik – baik saja?” ujarnya.

Mendengar wanita itu berkata seperti itu membuat dirinya terkejut, seharusnya anggota DianXy tahu kalau dia adalah seorang penjahat tetapi ini malah bertanya keadaannya baik – baik saja.

Wanita tersebut mencoba mendekati dirinya tetapi dia menghentikannya, “Jangan mendekat!”

Belum sempat dijawab, sekelompok penjahat telah datang. “Itu dia!” tetapi sekelompok penjahat itu langsung menatap kepada anggota DianXy tadi.

“Baju itu…”

“Bukankah itu artinya dia anggota DianXy?”

“Bukan anggota lagi, dia komandan DianXy yang bernama Maula.”

“Ah?! Maksudmu Pedang Cheiros?! Admiral DianXy yang membangkitkan DianXy kembali?!”

“Apa yang dia lakukan disini…?”

Wanita yang bernama Maula menatap sekelompok para penjahat yang ada didepannya. “Hei… tidak sopan jika kalian berbisik – bisik seperti itu. Terutama membisikkan seorang wanita yang tidak mengerti situasinya bagaimana.”

Mereka kemudian saling bertatapan lalu mengangguk satu sama lain, mereka memasang senyuman miring yang memberikan isyarat kalau mereka akan menyerang Maula.

“Dia mungkin disebut sebagai Pedang Cheiros, tetapi dia masih saja seorang wanita.”

“Haha! Wanita kan biasanya lemah dalam pertarungan!” tawa salah satu dari mereka yang mengejek.

“Karena dia ada disini, kita serang saja dia dan membawanya kepada bos kita! Dia pasti akan senang jika kita menangkap salah satu anggota DianXy, apalagi yang kita hadapi ini seorang komandan.” Lanjut perkataan dari salah satu yang lainnya.

“Kalian tahu… tidak sopan juga jika merendahkan lawanmu. Terutama jika sudah bermain dengan yang namanya api...” Maula mengambil salah satu pedangnya lalu menodongkannya kepada mereka.

Sekelompok penjahat itu tetap tersenyum miring lalu mulai menyerang Maula. Maula sendiri tentunya membalas serangan mereka dengan pedang serta api yang berkobar. Satu persatu dari mereka dikalahkan oleh Maula lalu mengikat mereka.

“Sudah kubilang bukan? Jangan bermain – main dengan api.” Ujarnya sembari tersenyum kecil.

Lalu dia menatap kembali kepada pria sebelumnya, berjalan menghampirinya lalu berjongkok didekatnya. “Matamu terluka, apa yang terjadi?” Pria tadi tidak menjawabnya sama sekali melainkan hanya diam menatapnya.

Karena tidak mendapatkan jawaban, Maula memutuskan untuk membalut mata pria tersebut yang bercucuran darah. Tentunya dia membersihkan darahnya terlebih dahulu lalu mengobatinya sedikit hingga dia meringis sakit. Lalu setelahnya dia membalutnya perlahan.

“Sudah.” Ujar Maula sambil tersenyum.

Pria tadi masih terdiam sambil menatapnya tetapi kemudian berkata, “Tindakanmu salah. Kau malah mengobati luka musuhmu sendiri…” dirinya berdiri lalu mengambil menodongkan sabit besarnya kepada Maula.

Tetapi Maula malah berdiri diam sambil tersenyum kecil tanpa takut kepadanya. “Jika kamu musuh, kenapa kamu dikejar oleh mereka? Bahkan sampai terluka begitu. Mereka rekan – rekanmu bukan?”

Ah. Terkadang informasi yang didapatkan oleh DianXy cukup cepat, sama seperti dulu sebelum DianXy hancur. Tatapannya mengarah kepada sekelompok penjahat yang diikat oleh Maula.
“Mereka mengkhianatimu, bukan? Lalu melukai matamu. Bukankah ini kesempatan bagus untuk beralih ke jalan yang lebih baik?” tatapannya kembali menatapi Maula yang masih saja tersenyum kepadanya.

“Yah itu hanya saranku saja. Sampai jumpa.” Ujar Maula yang mulai berjalan pergi darinya. Meninggalkan pria tersebut serta sekelompok penjahat yang diikat oleh Maula. Dia berpikir jika Maula melakukan seperti ini, artinya dia sengaja untuk menemukan jawaban apa yang akan pria itu ambil.
Kembali bekerja sama dengan orang yang mengkhianatinya atau beralih ke jalan yang lebih baik?

.

.

.

Maula sudah menjalankan misi yang diberikan oleh Rhino secara langsung dan dirinya hendak menuju pesawat angkasa sampai dia merasakan adanya kehadiran yang akan menyerangnya dari belakang.

Belum sempat Maula berbalik kebelakang untuk melindungi dirinya sendiri, sebuah sabit besar serta pedang besar saling beradu dibelakangnya.

Ternyata itu adalah pria tadi yang Maula obati matanya, Maula sendiri tentunya terkejut menyadarinya. “Geist…” keduanya menghindar. Musuh yang ada dihadapan Geist melangkah mundur sedikit sambil menggeram marah.

Sementara pria sebelumnya yang bernama Geist berdiri didepan Maula. “Kau sudah berani mengkhianati kami, membunuh rekan – rekanmu sendiri dan sekarang melindungi musuhmu sendiri?!”

Geist memasang tatapan dingin sambil menodong sabit besarnya kepada musuh yang ada dihadapannya. “Bukankah kalian sendiri yang mengkhianatiku? Kalian yang melukai mataku dan mereka berhak mendapatkan apa yang mereka dapatkan… selain itu… aku tidak akan membiarkanmu atau bahkan orang lain melukai wanita yang menyelamatkanku…”

“Tch… dasar kau brengsek…” keduanya saling beradu senjata sampai musuh tadi memutuskan untuk mundur. Dia sendiri yang sama – sama mengkhianati Geist tetapi dirinya yang mundur ketika melawannya.

Geist kemudian berbalik menatap kepada Maula, keduanya saling berhadapan satu sama lain. “Kau tahu kalau menyelamatkan musuhmu itu salah.” Ujar Maula, ingin rasanya dia tertawa kecil.

“Kau sendiri yang menawarkan kesempatan kepadaku, bukan?”

Kedua mata Maula sedikit membulat. Padahal dia berkata seperti itu tidak seserius itu meskipun sedikit berharap. “Jadi jawabanmu…”

“Kau menyelamatkanku dan mengobati lukaku. Sebagai gantinya, aku akan melindungimu, mengikuti apa yang kau katakan yang menurutku masih baik – baik saja…”

Maula menatapnya dengan tatapan yang serius. “Itu artinya kau harus menjadi anggota DianXy karena kau berganti pihak.”

Geist mengangguk pelan. “Apapun untuk melindungi dirimu…”

Maula berpikir sejenak lalu menatapnya kembali sambil tersenyum lembut. “Saat ini DianXy sedang membutuhkan pengemudi pesawat angkasa yang handal dan Rhino sedang mencari orang itu. Aku yakin Rhino pasti akan menerimamu selagi kau menetapi janjimu.”

Geist menghela nafas kecil. “Ya, apapun itu. Baik dia mau menerimaku atau tidak, aku akan tetap melindungimu…”

Maula terkekeh kecil mendengar responnya. Dirinya berpikir mungkin jika Geist masuk ke penjara terlebih dahulu ataupun dia melaksanakan misi yang diberikan oleh Rhino maupun Maula untuk menghapus kejahatannya, dia tetap akan melakukan apapun untuk Maula meskipun itu beresiko.

Dari situlah, Geist dijadikan Kapten Pesawat Angkasa di DianXy setelah dia membuktikan kalau dirinya itu benar – benar mengambil jalan yang benar.

|| END OF GEIST BACKSTORY ||
Geist